-->
Free backlink
<a href="http://www.mt5.com/id/">Portal Forex</a>

Saturday, March 3, 2012

Simple Moving Average

Simple Moving Average adalah jenis yang paling sederhana moving average (huahuaa..!).
Pada dasarnya, Simple Moving Average dihitung dengan menjumlahkan harga penutupan terakhir “X” periode dan kemudian membagi jumlah tersebut dengan X.

Jika saya mempunyai data 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29 dan 30. Kemudian saya akan menerapkan metode SMA dengan 3 periode dan 4 periode maka hasilnya akan seperti ini:
Sampel SMA 3 periode
SMA 4 periode
23 - -
24 - -
25 = (23+24+25)/3 = 24 -
26 = (24+25+26)/3 = 25 (23+24+25+26)/4 = 24.5
27 = (25+26+27)/3 = 26 (24+25+26+27)/4 = 25.5
28 = (26+27+28)/3 = 27 (25+26+27+28)/4 = 26.5
29 = (27+28+29)/3 = 28 (26+27+28+29)/4 = 27.5
30 = (28+29+30)/3 = 29 (27+28+29+30)/4 = 28.5

Perhatikan gambar Simple Moving Average dengan periode 10 berikut:

Image


Bingung?

Jangan khawatir, kami akan membuatnya sejelas kristal.

Jika Anda merencanakan untuk jangka waktu 5  Simple Moving Average pada grafik 1-jam, Anda akan menambah harga penutupan selama 5 jam terakhir, dan kemudian membagi jumlahnya dengan 5. Voila! Anda memiliki harga penutupan rata-rata selama lima jam terakhir! String harga tersebut rata-rata sama dan Anda mendapatkan rata-rata yang bergerak!

Jika Anda plot sederhana 5-Simple Moving Average pada grafik 10 menit, Anda akan menambah harga penutupan dari 50 menit terakhir dan kemudian bagi jumlahnya dengan 5.

Jika Anda plot jangka waktu 5 Simple Moving Average pada grafik 30 menit, Anda akan menambah harga penutupan dari 150 menit terakhir dan kemudian bagi jumlahnya dengan 5.

Jika Anda plot periode 5 Simple Moving Average pada chart 4 jam … Oke, oke, kita tahu, kita tahu. Anda mendapatkan gambaran itu!

paket charting Kebanyakan akan melakukan semua perhitungan untuk Anda.Alasan menjelaskan “bagaimana” cara menghitung Simple Moving Average adalah karena itu penting untuk dipahami sehingga Anda tahu cara mengedit dan tweak indikator tersebut.

Memahami bagaimana indikator bekerja berarti Anda dapat mengatur dan menciptakan strategi yang berbeda.

Sekarang, seperti hampir semua indikator lain di luar sana, Moving Average beroperasi dengan delay. Karena Anda mengambil harga rata-rata sejarah masa lalu, Anda benar-benar hanya melihat masa lalu dan  ”masa depan” harga jangka pendek.

Berikut adalah contoh bagaimana Simple Moving Average memperlancar analisa harga.

Simple Moving Averages

Pada grafik di atas, kami telah memasang tiga SMA berbeda pada chart 1 jam pada USD / CHF. Seperti yang anda lihat, semakin besar period SMA, semakin tertinggal harganya.

Perhatikan bagaimana 62 SMA berada jauh dari harga saat ini dari 30 dan 5 SMA.

Hal ini karena 62 SMA menambahkan sampai harga penutupan 62 periode terakhir dan membaginya dengan 62.

SMA dalam tabel ini menunjukkan Anda keseluruhan sentimen pasar pada titik waktu ini. Di sini, kita dapat melihat bahwa pasangan ini trennya naik.

Alih-alih hanya melihat pada harga pasar saat ini, moving average memberi kita pandangan yang lebih luas, dan kita sekarang dapat mengukur secara umum arah harga masa depan. Dengan menggunakan SMA, kita bisa tahu apakah pasangan trenya naik, tren turun, atau hanya sideway.

Ada satu masalah dengan simple moving average dan hal itu bahwa mereka rentan terhadap lonjakan. Ketika hal ini terjadi, hal ini dapat memberi kita sinyal palsu. Kita mungkin berpikir bahwa tren baru dapat berkembang, tetapi dalam kenyataannya, tidak ada yang berubah.

Dalam pelajaran berikutnya, kami akan menunjukkan apa yang kita maksud, dan juga memperkenalkan Anda kepada jenis lain moving average untuk menghindari masalah ini.
Aplikasi SMA

Ada beberapa kegunaan dari SMA. Secara garis besar dapat digunakan untuk hal-hal berikut:
1. Menentukan trend yang akan terjadi.
2. Menentukan titik support dan resistance.
3. Memuluskan indikator lain yang terlalu bergerigi.
Pada bagian ini saya akan membahas mengenai menentukan trend dengan memakai SMA. Menentukan titik resistance dan support serta memuluskan indikator saya bahas pada bagian lainnya dari CD ini (pasti saya bahas kok…., jangan khawatir.)
Nah,untuk lebih jelasnya mari kita perhatikan lagi grafik SMA barusan:
Image

Apakah Anda melihat sesuatu dari grafik ini (ayolah, sedikit lebih cerdas lagi…...). Ya Benar! Disini dapat kita lihat bahwa apabila harga bergerak naik, SMA berada dibawah dari candlestick dan sebaliknya bila harga bergerak turun maka SMA berada diatas candlestick. Tentu saja penerapan periode yang tepat amat membantu disini. Apabila terjadi crossing antara harga dengan SMA, dapat kita ketahui bahwa akan terjadi perubahan arah trend.

Nah, bagaimana kalau kita menggunakan dua buah SMA dengan dua periode yang berbeda? Hmm.. sangat menarik. Kita akan segera tahu bagaimana hasilnya:
Image

Lebih memudahkan bukan? Dengan penggunaan dua SMA dengan dua periode yang berbeda kita dapat lebih akurat lagi memprediksikan kemana harga akan bergerak. Apabila telah terjadi perpotongan antara harga dengan kedua SMA maka akan dipastikan harga kan berubah arahnya. Dengan demikian kita memiliki tiga buah perpotongan garis yaitu perpotongan antara SMA 20 dan SMA 40 dan perpotongan SMA 20 dengan harga serta perpotongan SMA 40 dengan harga. Dapat kita catat bahwa apabila rentang antara kedua SMA semakin besar maka kemungkinan trend akan terus berlangsung dan bila mulai terjadi penyempitan jarak diantara keduanya dan sampai terjadi perpotongan kebali, bisa disimpulkan bahwa trend sudah berakhir. Mudah bukan?

Lalu bagai mana dengan periode? Sayangnya sampai saat ini belum ada aturan pencarian periode yang tepat untuk dipakai. Memang perlu banyak-benyak berlatih dan mencoba (trial and error). Perlu Anda catat bahwa penggunaan periode dapat berubah-ubah menurut kebutuhan meskipun pada pair yang sama karena memang kondisi sebuah mata uang adalah dinamis dari waktu kewaktu.

Nah, saya sarikan penggunaan SMA untuk membaca trend dalam bentuk tabel sbb:
No Posisi SMA Arti
1 SMA berada dibawah harga. Kondisi bullish / trend naik.
2 SMA berada diatas harga. Kondisi bearish / trend menurun.
3 SMA memotong harga dari bawah. Perubahan trend menuu bearish.
4 SMA memotong harga dari atas. Perubahan trend menuju bullish.
5
SMA periode lebih pendek memotong
SMA periode lebih panjang dari bawah.
Perubahan trend menuju bearish.
6 SMA periode lebih pendek memotong
SMA periode lebih panjang dari atas.
Perubahan trend menuju bullish.
7 SMA dengan periode lebih panjang berada diatas
SMA berperiode lebih pendek.
Kondisi bearish / trend menurun.
8 SMA dengan periode lebih panjang berada dibawah
SMA berperiode lebih pendek.
Kondisi bullish / trend naik


Ntu dibawah masih anyar artikelnya:



0 comments:

Post a Comment

FxSignals

Polico

FXpros

FXstreet

GainS