-->
Free backlink
<a href="http://www.mt5.com/id/">Portal Forex</a>

Friday, March 30, 2012

Indikator Commodity Channel Index

Seperti banyak oscillator lainnya, CCI dikembangkan untuk mengetahui tingkat overbought dan oversold. CCI melakukan ini dengan mengukur hubungan antara harga dan sebuah moving average (MA), atau secara lebih spesifik, adalah deviasi normal dari rata
Commodity Channel Index atau yang biasa disingkat CCI adalah sebuah oscillator yang aslinya dikembangkan oleh Donald Lambert dan masuk kedalam bukunya dengan judul Commodities Channel Index: Tools for Trading Cyclical Trends. Sejak dikenalkan, indikator ini telah mendapatkan popularitas dan saat ini adalah alat analisa teknikal umum yang digunakan trader dan investor untuk mengidentifikasi tren siklus, bukan hanya untuk komoditi tetapi juga saham dan mata uang.

Definisi CCI
Seperti banyak oscillator lainnya, CCI dikembangkan untuk mengetahui tingkat overbought dan oversold. CCI melakukan ini dengan mengukur hubungan antara harga dan sebuah moving average (MA), atau secara lebih spesifik, adalah deviasi normal dari rata-rata tersebut. Rumus CCI dibawah ini akan mengilustrasikan bagaimana pengukuran hal tersebut.
Gambar Rumus CCI
Rumus CCI

Asumsi yang mendasari indikator ini adalah bahwa komoditi (saham dan mata uang juga) bergerak dalam sebuah siklus, dengan harga tertinggi dan terendah terjadi pada sebuah interval waktu.

Salah satu yang terpenting dalam mengukur CCI adalah menentukan interval waktu, dimana memainkan peranan penting dalam mempertajam keakuratan CCI. Karena tujuannya adalah memprediksi sebuah siklus dengan menggunakan moving averages, semakin banyak jumlah periode moving average yang masuk kedalam siklus, semakin akurat rata-rata tersebut. Ini juga berlaku dibanyak oscillator lainnya. Jadi, walaupun banyak orang yang menggunakan setting-an dasar dengan periode 20 untuk perhitungan CCI, sebuah interval waktu yang lebih akaurat akan mengurangi jumlah false signal yang mungkin terjadi.

Gambar CCI 1
Definisi CCI

Ntu dibawah masih anyar artikelnya:



0 comments:

Post a Comment

FxSignals

Polico

FXpros

FXstreet

GainS