-->
Free backlink
<a href="http://www.mt5.com/id/">Portal Forex</a>

Wednesday, April 4, 2012


Bollinger Band
Bollinger Band selain untuk mementukan batas range pergerakan harga, bollinger juga digunakan untuk menentukan apakah market akan bergerak satu arah naik / turun, ataukah market akan memantul.

Pada Trend yang kuat atau Volatilitas tinggi market akan bergerak satu arah.ini ditandai dengan dua garis Bollinger yang semakin melebar menjauh. Pada kondisi ini, jangan sekali2 mencoba berharap bahwa market akan memantul dengan cepat. Diperlukan kondisi bollinger yang agak mendatar terlebih dulu agar market mampu balik arah.

Pada kondisi Sideways ,garis bollinger secara umum akan terlihat mendatar.Pada kondisi seperti inilah ,market akan mudah untuk memantul diantara dua sisinya.sehingga jika kita menggunakan strategi scalper kemungkinan besar akan berhasil.

Adakalanya market bergerak acak,namun menurut bollinger ini adalah kondisi yang mudah ditebak.Pada saat market menyentuh bollinger dan indikator lain menyatakan itu dalam kondisi jenuh,maka market akan memantul.


Setelah Bollinger mengalami break, tentu saja price akan bergerak dengan sangat cepat dan kuat.Ini adalah moment yang sangat penting untuk mendulang profit. Namun permasalahannya adalah sampai dimanakah pergerakan akan berhenti dan balik arah?
Dengan teknik ini kita bisa menentukan kapan Price akan balik arah, sehingga Profit yang telah kita dapatkan tetap masuk ke rekening dan tidak hilang.


 
 
Caranya :
  • Ketika bollinger break naik,band high semakin naik band low semakin turun. jika band low lebih tinggi dari band low sebelumnya ,berarti harga telah overbought dan High 01 kita anggap puncaknya .selanjutnya harga akan turun untuk koreksi. namun jika ternyata bid mampu menembus puncak ,kita anggap telah terjadi break lanjutan dan harga akan terus merangkak naik.
  • Ketika bollinger break turun,band high semakin naik band low semakin turun. jika band high lebih rendah dari band high sebelumnya ,berarti harga telah oversold dan Low 01 kita anggap sebagai lembah .selanjutnya harga akan naik untuk koreksi. namun jika ternyata bid mampu menembus lembah ,kita anggap telah terjadi break lanjutan dan harga akan terus merosot turun.

Menentukan titik terendah koreksi



























Setelah dilakukan penelitian,didapatkan sebuah cara untuk menentukan titik terdalam atau tertinggi dari sebuah koreksi setelah terjadinya brekout bollinger band. Yaitu dengan menggunakan indikator Money Flow Index periode 3.

Jika indikator menyentuh angka Nol dan candlestik menyentuh garis tengah bollinger band periode 12 deviasi 2 .maka itulah titik terendah dari sebuah koreksi. Begitu pula ketika MFI 3 menyentuh angka 100 sedangkan candle beraada disekitar band tengah,ini adalah titik tertinggi koreksi setelah terjadi breakout band turun.



Cara Menggunakan Money Flow Index
Ampuh !! Ya, inilah sebutan yang cocok untuk Indikator Money Flow Index (MFI). Money Flow Index masuk dalam kategori Indikator berbasis Volume. Namun, dengan periode yang kecil(periode 3), MFI sangat ampuh digunakan sebagai signal riversal pada semua kondisi kecuali kondisi High Volatile.

Pada kondisi sideway ataupun chaos (tidak teratur),MFI berfungsi dengan sangat baik sebagai tanda trend akan balik arah.

Ketika kondisi sangat volatile, MFI justru akan berfungsi sebagai signal penerusan. Artinya trend akan berlanjut.
Aturan mainnya adalah :
Buy ketika MFI bernilai 0 ( Nol ) . Lebih baik jika dikonfirmasi dengan munculnya candle jenis riversal.
Sell ketika MFI bernilai 100 . juga Lebih baik jika dikonfirmasi dengan munculnya candle jenis riversal.



MENGUKUR KEJENUHAN PASAR
(Measuring Overbough and Oversold)
Pasar yang jenuh dibagi 2 yaitu Jenuh Beli ( overbought) dan Jenuh Jual ( oversold). Inti dari keduanya adalah memberikan signal pada kita bahwa market akan segera balik arah .

Overbought adalah kondisi dimana sudah terlalu banyak trader yang membuka dan menahan posisi open Buy, di lain sisi sudah tidak ada lagi yang membuka posisi baru karena tidak di imbangi open Sell. Sehingga seolah aktivitas perdagangan terhenti, yang tersisa adalah banyaknya posisi yang open buy terbuka.

Pada kondisi seperti ini yang dilakukan oleh sebagian trader adalah  menutup posisi open buy tersebut untuk mendapatkan keuntungan ( profit taking) .Semakin banyak yang menutup posisi, maka market semakin menurun. Sehingga pada kondisi overbought , selanjutnya market balik arah menjadi turun .

Bisa juga dikatakan bahwa overbought ini adalah kondisi dimana harga sudah terlalu tinggi dan tidak akan bergerak lebih tinggi lagi karena dianggap sudah tidak pantas dan tidak bisa diterima jika harga itu benar - benar lebih tinggi lagi.

Biasanya para teknikalis menggunakan indikator RSI atau Stochastic Oscilator untuk mengukur tingkat kejenuhan pasar ini. Namun kali ini saya menyaran kan anda untuk menggunakan MFI ( Money Flow Index ) sebagai indikator pengukur kejenuhan pasar. Keunggulannya adalah lebih memberikan kepastian dan tidak perlu banyak penafsiran seperti RSI .

Contohnya : pada EUR/USD time frame 5 menit , kita bisa gunakan MFI dengan parameter periode 4 dan fixed minimum 0 serta fixed maximum 100 sebagai indikator penunjuk overbought.

Dengan menggunakan MFI (4) ini overbought ditandai dengan garis MFI yang menyentuh level 100. Sehingga jika kondisi ini terjadi kita bisa bersiap membeli kontrak turun atau Open Sell .



Oversold adalah kebalikan dari overbought yang pada intinya adalah kondisi dimana harga sudah terlalu rendah dan akan segera balik arah menjadi naik.

Kondisi oversold bisa ditandai dengan MFI (4) yang menyentuh nilai 0 .


Yang perlu diperhatikan adalah :
1. Penggunaan MFI sebagai pengukur Overbought dan oversold tidak berlaku pada kondisi market yang sangat volatile.
2. Penggunaan MFI ini sebaiknya digabungkan dengan teori konvergenity .

 

ENTRY POINT KONVERGEN

Sebelum market bergerak panjang, biasanya ditandai beberapa signal,antara lain terjadinya konvergen atau divergen pada indikator.

Pada kesempatan ini yang kita bahas adalah konvergenity pada MFI (3).
Kovergen adalah kondisi dimana Price semakin rendah namun tidak diikuti melemahnya indikator.Sehingga boleh dianggap bahwa candle yang merendah itu kosong tanpa tenaga dan mudah untuk dibalik arahkan.

Yang dijadikan patokan sebagai titik terendah adalah MFI terakhir yang bernilai NOL .
sehingga manakala ada candle yang close nya lebih rendah dari close candle yang dianggap pada titik terendah,sedangkan MFI nya lebih tinggi dari MFI terendah maka kondisi ini disebut konvergen. Dan pada Candle selanjutnya kita bisa entry pada market.


Penggunaan Indikator dalam Theory ini tidak terbatas pada MFI saja,boleh menggunakan Indikator lain.



Stocastic Oscilator
Salah satu indikator yang memberikan signal entry dan signal exit cukup akurat adalah stocastic Oscilator. Selain itu stocastic juga berfungsi untuk menentukan apakah market sudah jenuh beli atau jenuh jual.Kondisi jenuh beli ditandai dengan nilai stocastic dibawah level 20. Sedangkan kondisi jenuh jual ditandai dengan stocastic yang berada diatas level 80.

Stocastic terdiri dari garis utama dan garis signal.Cara penggunaannya :

1. Pada saat garis signal memotong garis utama dari atas, itu menandakan market balik arah menjadi trend naik.
2. Pada saat garis signal memotong garis utama dari bawah, itu menandakan market balik arah menjadi trend turun.

Perpotongan yang terjadi di area jenuh dapat menjadi pertanda yang kuat bahwa market akan balik arah.

Pada saat trend kuat terjadi,terkadang walaupun stocastic sudah menunjukan perpotonngan,market akan terus bergerak mengikuti arah trend. Oleh karena itu diperlukan indikator lain untuk mengidentifikasi trend apakah kuat atau tidak.

Dari beberapa kondisi perpotongan stocastic,ada kalanya terjadi Konvergen atau Divergen.  Konvergen Ditandai dengan:
1. adannya dua perpotongan garis
2. Perpotongan yang kedua lebih rendah dari perpotongan yang pertama
3. harga pada perpotongan kedua lebih tinggi dari harga pada perpotongan pertama

Signal Konvergen menunjukan harga akan balik arah dengan sangat cepat.




Moving Average
Indikator klasik yang paling banyak digunakan oleh para trader adalah Moving Average.Selain karena mudah penggunaannya ,moving average sudah terbukti membawa para trader menuju kesuksesan.

Cara penggunaanya:
1. Normalnya,Ketika garis MA memotong grafik dari atas,market akan bergerak naik( trend jadi bullish).Begitu juga sebaliknya,ketika garis MA memotong grafik dari bawah ,market akan bergerak turun (trend jadi bearish).


2. Jika garis MA berada disekitar grafik dan terpotong terus menerus,ini menandakan bahwa market sedang sideways (bergerak mendatar).Lita perlu menunggu konfirmasi dari indikator lain sebelum terbentuk trend.
3.Pada kondisi trend yang kuat,pada saat harga menyentuh garis MA,biasanya akan memantul dan kembali bergerak sesuai trend yang sedang terjadi.Oleh karena itu,kadang garis MA juga dijadikan support & resistance.


PARABOLIC SAR

Fungsi asli dari indikator ini adalah sebagi titik support atau resistance. yaitu titik yang tidak akan pernah tersentuh oleh grafik.Oleh karena itu biasanya dijadikan level Stoploss. Namun adakalanya indikator ini digunakan sebagai entry point yang menandakan trend baru akan terbentuk.
 
Jika sebelumnya SAR berada diatas grafik kemudian SAR baru muncul dibawah Nilai Open bar/candle, ini menunjukan akan terjadi trend Naik. Sebaliknya jika SAR sebelumnya berada dibawah grafik,lalu muncul SAR baru yang berada di atas grafik,ini berarti trend turun akan terjadi.


Pada Market yang bergerak sideway (mendatar), SAR tidak dapat dijadikan signal masuk.
Namun hanya dapat dijadikan Support /Resistance /Level Stoploss.



Salam Profit...














Sumber: http://ayotradinggbp.blogspot.com

Ntu dibawah masih anyar artikelnya:



0 comments:

Post a Comment

FxSignals

Polico

FXpros

FXstreet

GainS