-->
Free backlink
<a href="http://www.mt5.com/id/">Portal Forex</a>

Friday, March 16, 2012

Teknik Scalping Forex

Scalper adalah istilah bagi trader yang cenderung mengumpulkan sejumlah kecil profit (skala 5 – 10 Pips) dengan menggunakan strategi open & close posisi secara cepat dan berulang-ulang setiap harinya, atau biasa juga disebut dengan strategi/teknik scalping.
Berbeda dengan seorang day trader yang mungkin hanya membuat dua sampai empat kali open posisi setiap harinya, seorang scalper biasanya melakukan open posisi hingga puluhan kali setiap harinya demi pencapaian target profit yang telah ditentukan.
“Kenapa Scalping?”
Kecenderungan dari teknik scalping adalah mencoba “mencuri” profit dalam skala 5 – 10 pips pada setiap open posisi yang dilakukan secara berulang-ulang. Jika sang trader sukses dan mampu mendapatkan 10 pips setiap kalinya, dan bila nilai per pips nya adalah $1 per pips, maka si trader akan mendapatkan $10 untuk setiap trade yang dilakukan. 10 kali dalam sehari dia melakukan scalping, maka hasilnya adalah $100.
Apa yang dibutuhkan untuk menjadi seorang Scalper dalam menerapkan teknik scalping?

Tipikal trader

Scalping tidaklah bisa dilakukan oleh sembarang trader. Seorang scalper butuh untuk terus duduk di depan komputer dan mereka harus dapat “menikmati” tekanan yang diakibatkan oleh pergerakan chart. Seorang scalper butuh untuk berkonsentrasi dalam mengamati sekecil apapun pergerakan chart. Dibutuhkan mental kuat & reaksi yang cepat agar mampu membuka dan menutup posisi ketika trade yang dilakukan bergerak sesuai keinginan ataupun berlawanan.

Broker Yang Memperbolehkan Scalping

Saya banyak menemui pertanyaan di forum-forum yang intinya mereka mencari broker yang boleh scalping. Teknik scalping sebenarnya sah-sah saja, sayangnya hanya sedikit broker yang memperbolehkan scalping. Jadi pastikan kepada broker Anda bahwa teknik scalping dapat dilakukan tanpa syarat-syarat tertentu.

Kecepatan Eksekusi Trading Platform

Karena scalping membutuhkan open posisi dan close posisi yang cepat (dibawah satu detik) dan berulang-ulang, maka anda membutuhkan trading platform yang mampu mengeksekusi 2 hal tersebut dengan cepat (fast execution – no requote). Karena kecepatan dalam eksekusi ini nantinya akan menentukan apakah posisi anda masuk atau tidak (re-quote). Untuk itu anda perlu melakukan test melalui demo account terlebih dahulu bila anda belum familiar dengan broker tersebut.

Koneksi Internet yang cukup

Dalam usaha melakuan trade yang berulang-ulang, maka anda harus memastikan bahwa kondisi internet anda kuat dan stabil. Ketika internet anda mengalami gangguan, anda juga harus tahu apa yang harus anda lakukan untuk memperbaikinya.

Teknik Scalping Trading Menggunakan 2 Chart

Menggunakan chart pada time frame 30 menit untuk memperkirakan pergerakan trend dan menggunakan time frame 5 menit untuk melakukan open atau close posisi.

Teknik Scalping Menggunakan Indikator

Untuk menunjang teknik scalping, pada umumnya scalper trading menggunakan beberapa indikator teknikal seperti indikator fibonacci, trend line dan CCI.

Memanfaatkan Moment Pembukaan Market

Para scalper trading biasanya mengincar waktu untuk scalping menjelang dibukanya market Eropa ( sekitar pukul 12:00 s/d 15:00 WIB ) dan Amerika ( sekitar pukul 20:00 s/d 22:00 WIB ). Pada jam-jam tersebut volume trading yang terjadi di forex market cukuplah besar.

Intisari

Teknik Scalping bisa menjadi sesuatu strategi trading yang menyenangkan, namun juga bisa membuat stress dan kelelahan. Buatlah target profit harian yang harus anda capai, jangan terjebak untuk trading berlebihan.
Saat trading Anda mengalami loss saat menggunakan teknik scalping, janganlah sekali-sekali berpikiran untuk membalas dendam kerugian yang anda alami saat itu juga. Masih ada hari esok dimana anda bisa trading kembali menggunakan teknik scalping.
Secara perlahan mungkin anda akan menemukan apakah anda cocok sebagai seorang day trader ataupun swing trader sebagai akibat dari kepercayaan diri dan segala pengalaman yang anda dapatkan selama menggunakan teknik scalping.
Satu petuah bijak yang kami dapat dari Paul Rotter,
Q: Shouldn’t a trader stick to his opinion?
A: No, definitely not. An analyst or some kind of guru has to stick to it, but a trader should have no opinion. The stronger your opinion, the harder it is to get out of a losing position
Semoga kita bisa lebih menyelami sisi psikologis yang sangat menentukan untuk membentuk mental menjadi seorang scalper trading.


Sumber : http://www.futuresgalleriablog.com

Ntu dibawah masih anyar artikelnya:



1 comments:

Blogger said...

I would like to suggest that you go with the ultimate Forex broker.

Post a Comment

FxSignals

Polico

FXpros

FXstreet

GainS