-->
Free backlink
<a href="http://www.mt5.com/id/">Portal Forex</a>
Showing posts with label Tips Teknikal. Show all posts
Showing posts with label Tips Teknikal. Show all posts

Friday, April 13, 2012

Scalping/Intraday/Longterm

Scalping :
Definisi scalping kadang-kadang sedikit berbeda antara trader yang 1 dengan yang lain, ada yang mendefinisikan scalping adalah trading jangka pendek, yang di close dalam waktu kurang dari x menit. Ada yang mendefinisikan scalping adalah trading yang mengambil pips profit beberapa pips saja, dengan lot besar.

Tapi pada umumnya, scalping adalah kombinasi antara keduanya. Biasanya memang untuk mencapai pips kecil, diperlukan waktu yang tidak terlalu lama (karena cukup gerak sedikit saja)

Jika broker anda melarang scalping, sebaiknya cek agreement/tanyakan pada broker anda untuk mengetahui definisi scalping menurut mereka.

Contoh Scalping :



Intraday :

Intraday adalah trade yang biasanya dibuka dan ditutup pada hari yang sama, misal di buka pada jam 13 WIB, dan ditutup pada jam 20 WIB.

Contoh :



Perlu diketahui dan diingatkan, cukup jarang GBPUSD menembus range 300 pips dalam 1 hari, apalagi dalam 2 jam. 


Long Term :

Trade long term adalah trade yang biasanya memiliki jangka yang panjang. Misalnya, trade dibuka pada 1 februari 2010, ditutup pada 10 Februari 2010.
Tidak ada definisi batasan waktu berapa hari/minggu/bulan. Biasanya jika lebih dari 1-2 hari maka biasa disebut long term

Biasanya long-term ini digunakan untuk menangkap pergerakan pips yang besar akibat trend yang kuat ; Seperti gambar berikut :



Perlu diperhatikan, bahwa posisi yang menginap dapat dikenakan/mendapat swap atau tidak.


http://www.forexindo.com
 

Monday, April 9, 2012

http://instaforex.co.id/belajar-forex-gratis/wp-content/uploads/hare-toirtoise.pngCara trading disini menggunakan strategi dari Indikator EMA dan WMA. Mata uang uang disarankan EUR/USD dan EUR/GBP (pilih salah satu saja). Waktu trading pada saat US open (19.00 WIB) atau Europe Open (14.00 WIB)

Metodenya sederhana tapi cukup efektif untuk melihat trend pergerakan harga. Indikator-indikator yang digunakan

1. Time Frame 1 Jam (1H) gunakan chart candlestick atau chart bar
2. EMA 18 dan EMA28 (warna merah dua-duanya)
3. WMA 5 (warna biru) dan WMA 8 (warna kuning)

*Masalah warna bisa diatur sesuai selera

Cara setting indikator diatas seperti ini: pada layar navigator terdapat indikator, cari: moving average, di klik, period diisi 18, shift 0, MA method diisi exponential, apply to: close, terus klik OK. Ulangi untuk setting yang 28 seperti diatas. Keduanya warna merah.

Untuk setting WMA 5 dan WMA 8 caranya sama, hanya yang diubah adalah MA method-nya. Kalau untuk ini gunakan MA method: Lienear weighted. Warna sudah disebutkan diatas. Jadi sudah kelihatan 4 empat garis indikator
 
Kalau misalnya Anda akan trading pada pasangan mata uang EURO/USD, sementara grafik dengan mata uang itu belum ada, silahkan klik window -> new window dan pilih EURO/USD atau mata uang yang Anda inginkan.

Pastikan H1 berwarna lain dari TF yang lain, sebagai tanda aktif. atau bisa langsung klik H1.

Nah setelah beres, barulah setting indikator di mulai. Oke?

Secara keseluruhan pada grafik harga (charting)
Anda sekarang memiliki 4 garis MA. Yaitu garis EMA 18 (merah), EMA 28 (merah), WMA 5 (biru) dan WMA 8 (kuning). Untuk menghapus, mengedit mengatur dsb Anda bisa melakukan dengan cara klik kanan pada chart, pilih indiktor list, delete dan ok. Untuk memasang kembali lakukan hal yang sama seperti saya jelaskan diatas.

Aplikasi Sidus System
EMA 18 dan EMA 28 (masing2 merah)
adalah merupakan 2 garis tunnel untuk membantu Anda menentukan kapan mulainya sebuah trend dan kapan trend itu berakhir. (jangka panjang)

WMA 5 (biru) dan WMA 8 (kuning)
Adalah garis yang akan membantu kita kapan kita harus memasuki trend itu (Open Position), dan garis ini juga akan menunjukan kuat tidaknya sebuah trend (jangka pendek)

Entry Signal
Lakukan Open position (sell atau buy) hanya pada saat Tunnel (EMA 18 dan EMA 28) mulai saling bersilangan (cross) atau benar2 sempit.

Ambil Posisi Buy (Long)
Bila WMA 5 dan WMA 8 melewati /menyilang garis Tunnel (EMA 18 dan EMA 28)
dari bawah ke atas. Jika WMA 5 melintasi garis WMA 8 dari bawah ke atas berarti trend pergerakan harganyanya sangat kuat.

Ambil Posisi Sell (Short)
Bila WMA 5 dan WMA 8 melewati /menyilang garis Tunnel (EMA 18 dan EMA 28)
dari atas ke bawah. Jika WMA 5 melintasi garis WMA 8 dari atas ke bawah berarti trend pergerakan harganyanya sangat kuat.

Exit Signal (Keluar dari posisi BUY atau SELL)
Bila mengambil posisi BUY, Waspada bila garis WMA 5 bergerak menyilang turun dari atas ke bawah garis WMA 8 dan Keluar (exit) dari posisi ini bila garis WMA 5 WMA 8 meyilang turun dari atas ke bawah garis Tunnel (Celah EMA 18 dan EMA 28)

Bila mengambil posisi SELL, Waspada bila garis WMA 5 bergerak menyilang naik dari bawah ke atas garis WMA 8 dan keluar (exit) dari posisi ini bila garis WMA 5 dan WMA 8 bergerak menyilang naik dari bawah ke atas garis Tunnel (Celah EMA 18 dan EMA 28)

Dan Selalu keluar dari posisi Anda bila Tunnel (celah EMA 18 dan EMA 28) benar2 menyempit dan bahkan bersilangan. Hal ini menunjukan terjadinya perubahan arah trend (trend reversal).

Bila Anda melihat perubahan pergerakan trend harga seperti saat tunnel (celah EMA) menyempit atau bersilangan, tutup posisi sebelumnya dan buka posisi baru sesuai arah trend. Contoh bila Sebelumya Anda mengambil Posisi BUY kemudian Anda melihat perubahan harga, Tutup posisi BUY lalu Buka posisi baru yaitu SELL.. Ingat Jadikan “Trend Sebagai Teman” Direkomendasikan untuk metode ini gunakan stop loss 15-20 pips untuk menghindari kerugian yang lebih besar.


Sumber: http://cafetrader.blogspot.com

Friday, April 6, 2012

Sarapan Saat Big News

Pair : Apa aja wes..
Margin : Full margin :)
Bahan : Kalender Ekonomi -> cari yang high dan medium impact 
Open posisi 5 Menit sebelum news, jangan lebih.
Jika ada news yang bertanda high impact:

Stop order SELL di Support terdekat TP 20 - 40 Pips
Stop order BUY di Resistent terdekat TP 20 - 40 Pips

Jika ada news yang bertanda medium impact:
Stop order SELL di Support terdekat TP 15 - 25 Pips
Stop order BUY di Resistent terdekat TP 15 - 25 Pips

Jika setelah news trnyata tidak berdampak apa-apa, maka.. anda tertipu.. oleh karenanya dibutuhkan pengalaman untuk mengetahui besar kecilnya efek dari sebuah berita fundamental.. jangan lupa untuk meng-cancel order yang tidak tersentuh..atau baca artikel ini Kenapa News mempengaruhi trading forex

Rule Indikator untuk TF M30

INDICATORS
Fakta, bahwa Chart Trading Forex anda telah menyediakan tools lengkap untuk memenangkan trading. Dalam metoda ini menggunakan 4 indikator paling ngetop :
1. Moving Average: EMA 12 untuk melihat pergerakan price secara detail dekat ke price, dan SMA untuk 32 sebagai trend price akan bergerak ke atas atau ke bawah.
2. Bollinger Bands period 20 SD 3 dan SD 2 : untuk pembatasan ruang gerak price, fakta menunjukkan bahwa semua pair forex bergerak pada range BB 20, dan price akan reversal bila candle hourly terletak dalam area antara BB 20 SD 3 dan BB 20 SD 2.
3. MACD (12, 26, 9) : indikator yang ampuh dalam memberi judgement tambahan, kapan entry dan exit trading, plus kapan harus floating posisi trading. Pasang di MACD Level, angka : +0,90; +0,75; +0,60; +0,45; +0,30; +0,15; +0,075; 0,00; -0,075; -0,15; -0,30; -0,45; -0,60; -0,75; 0,90.

Indikator yang digunakan adalah :
1. Exponential Moving Average – EMA 12 – AQUA
2. Simple Moving Average - SMA 32 Type HIGH – RED BOLD
3. Simple Moving Average – SMA 32 Type CLOSE – RED DOT
4. Simple Moving Average – SMA 32 Type LOW – RED BOLD
5. Bollinger Bands Periods 20 Deviation 3 atau BB 20 SD 3 – WHITE DOTS
6. Bollinger Bands Periods 20 Deviation 2 atau BB 20 SD 2 – WHITE DOTS
7. Moving Average Convergence Divergence (MACD) standard : Fast EMA 12, Slow
EMA 26 dan MACD SMA 9; Apply to CLOSE.


RULE FOR A SHORT TRADE (TF M30)1. Perhatikan ema 12: apabila ema 12 cross down middle bollinger bands, maka siap-siap open SELL. Check MACD, apakah price bar bergerak di bawah garis merah.
2. Jika ema 12 setelah cross down middle bollinger bands, diikuti cross down SMA 32 High, maka OPEN SELL
3. CLOSE: Ikuti trend, jika ema 12 cross UP SMA 32 Low maka CLOSE SELL.

Jika anda jeli, maka ada beberapa kesempatan untuk entry trade short (SELL) :
1. Saat Ema 12 cross down middle BB maka bisa langsung �� first SELL
2. Saat Ema 12 cross down middle BB, SMA 32 High�� second SELL.
3. Saat Ema 12 cross down middle BB, SMA 32 High, SMA 32 Close �� third SEL.
4. Saat Ema 12 cross down middle BB, SMA 32 High, SMA 32 Close, SMA 32 Low �� forth SELL.

Untuk close buy-pun dapat berjenjang :
1. Saat Ema 12 cross up middle BB �� Close
2. Saat Ema 12 cross up middle BB, SMA 32 Low �� Close
3. Saat Ema 12 cross up middle BB, SMA 32 Low, SMA Close �� Close
4. Saat Ema 12 cross up middle BB, SMA 32 Low, SMA Close dan SMA 32 High �� Close

Price bar MACD sudah di atas garis merah, pertanda uptrend �� BUY Price bar MACD sudah di bawah garis merah, pertanda downtrend �� close BUY and siap2 open SELL.

Setelah open buy, pasang SL dan TP :
1. Pasang 1 SL : 2 TP �� misal SL 30 maka TP 60
2. SL dipasang 10 pips di atas candle high ke-4 sebelum open sell.
3. Terapkan strategi Forex Runner, jika price turun 15 pips, maka SL dan TP turunkan 15 pips juga. Bila trend kuat (ema 12 sejajar SMA 32) TP 100

RULE FOR A LONG TRADE (TF M30)

1. Perhatikan ema 12: apabila ema 12 memotong/cross ke atas middle bollinger bands, maka siap-siap open BUY. Check MACD, apakah price bar bergerak ke atas dan di atas garis merah.
2. Jika ema 12 setelah cross ke atas middle bollinger bands, kemudian cross ke atas SMA 32 Low, maka OPEN BUY
3. CLOSE: Ikuti trend, jika ema 12 cross DOWN SMA 32 High maka CLOSE BUY.

Peraturan yg simple, jika anda jeli, maka ada beberapa kesempatan untuk entry
trade long (BUY) :
1. Saat Ema 12 cross ke atas middle BB maka bisa langsung �� first BUY
2. Saat Ema 12 cross middle BB, SMA 32 Low �� second BUY.
3. Saat Ema 12 cross middle BB, SMA 32 Low, SMA 32 Close �� third BUY.
4. Saat Ema 12 cross middle BB, SMA 32 Low, SMA 32 Close, SMA 32 High �� forth BUY.
Untuk close buy-pun dapat berjenjang :
1. Saat Ema 12 cross down middle BB �� Close
2. Saat Ema 12 cross down middle BB, SMA 32 High �� Close
3. Saat Ema 12 cross down middle BB, SMA 32 High, SMA Close �� Close
4. Saat Ema 12 cross down middle BB, SMA 32 High, SMA Close dan SMA 32 Low �� Close

Price bar MACD sudah di atas garis merah, pertanda uptrend �� BUY Price bar MACD sudah di bawah garis merah,pertanda downtrend ��close BUY and siap2 open SELL.

Setelah open buy, pasang SL dan TP :
1. Pasang 1 SL : 2 TP �� misal SL 30 maka TP 60
2. SL dipasang 10 pips di bawah candle low ke-4 sebelum open buy.
3. Terapkan strategi Forex Runner, jika price naik 15 pips, maka SL dan TP naikkan 15 pips juga. Bila trend kuat (ema 12 sejajar SMA 32), TP 100

  

Sumber : http://duasejajar.blogspot.com

Wednesday, April 4, 2012



Ini adalah salah satu trik ialah pada timing pembelian kontrak. Menentukan waktu trading ini sangat berkaitan erat dengan harga terbaik yang akan kita dapatkan . 

Jika target prediksi kita hanya 1 buah candlestick ( apakah Bullish atau Bearish ) maka ketika kita hendak membeli kontrak Naik, harga terbaik yang seharusnya kita dapatkan adalah dibawah Harga Open. Sehingga ketika diakhir periode candle nya hanya membetuk Doji ( Harga Open sama dengan Harga Close ), kita sudah profit . Apalagi jika candle yang terbentuk memiliki body yang panjang , ini benar - benar kemenangan mutlak .

Bagaimana mendapatkan harga dibawah Harga Open ?

1. Beli kontrak beberapa saat sebelum Closing.
Pada dasarnya arah candle yang akan terbentuk itu sama dengan arah candle sebelumnya. Sehingga ketika sebuah candle akan berakhir , Harga open candle selanjutnya adalah di atas candle yang akan berakhir ini.

Contohnya : Jika kita memprediksi candle selanjutnya bullish / naik . Maka sebelum candle saat ini closing , kita lakukan pembelian kontrak naik. Karena harga terbaik untuk prediksi naik adalah dibawah Open ,.
2. Beli kontrak beberapa saat setelah harga open terbentuk ketika harga dibawah Open .
Ketika kita tidak sempat membeli kontrak dengan cara no. 1 di atas, kita masih punya kesempatan membeli kontrak sesaat setelah harga Open candle baru terbentuk .

Contohnya : Kita memprediksikan candle selanjutnya bullish / naik. Ketika Open baru terbentuk dan harga dibawah nilai open, segera lakukan transaksi .

Begitu juga ketika kita memprediksi candle selanjutnya adalah bearish, maka harga terbaik yang bisa kita dapatkan adalah ketika diatas Open .

Lalu bagaimana caranya kita bisa trading pada waktu -  waktu tersebut ?

Tunggu dengan sabar.
 
 
Sumber:  http://ayotradinggbp.blogspot.com

Tidak Wajar Adalah Peluang

Menurut teory Dow, harga bergerak dalam aturan.Harga bergerak dalam trend, sehingga dalam kondisi kacau sekalipun masih tetap dapat diprediksikan . Dari sini timbulah pola-pola pergerakan harga yang membantu para teknikalis mempredikasikan pergerakan selanjutnya . tapi pernahkan anda melihat suatu ketika sebuah grafik bergerak tidak wajar ? atau  tidak mengikuti pola yang seharusnya terjadi ?

YA  !!!  Pada saat terjadi ketidakwajaran , ini adalah peluang. Disini anda bisa masuk market karena ada beberapa fakta tentang ketidakwajaran :

1. Pergerakan panjang biasanya didahului oleh ketidakwajaran.

    Contoh :

 
Kondisi normalnya adalah setelah terjadi break naik tentu saja arah selanjutnya adalah naik. Sebelum naik lebih tinggi , akan didahului oleh koreksi sebagai pijakan. Setelah koreksi terjadi , arah grafik cenderung mengarah naik Ketika ada candle mengarah turun tajam , maka kondisi ini tidak wajar.

2. Pembalikan arah banyak ditandai oleh ketidakwajaran


Kondisi normalnya adalah pada ujung trend / break naik akan terjadi pelemahan ditandai dengan munculnya candle pembalikan arah . Setelah candle pembalikan arah muncul maka selanjutnya grafik akan menurun . Maka ketika muncul candle bullish kuat setelah candle pembalikan arah, ini menjadi tidak wajar .

3. Ketidakwajaran adalah pancingan dari trader besar 
Contoh : Pada saat akan terjadi trend naik,  trader besar akan menarik harga kebawah terlebih dulu. Sehingga dia akan mendapatkan harga yang bagus ,sedangkan trader lain mengira harga akan bergerak kebawah. Pada saat harga lebih rendah dia masuk dengan jumlah sangat besar sehingga harga melaju naik dengan sangat cepat. dari kondisi ini dia kan mendapatkan keuntungan dengan sangat cepat..

4. Ketidakwajaran bisa berupa Candle panjang diujung trend atau Konvergen Indikator .




Sumber: http://ayotradinggbp.blogspot.com

Bollinger Band
Bollinger Band selain untuk mementukan batas range pergerakan harga, bollinger juga digunakan untuk menentukan apakah market akan bergerak satu arah naik / turun, ataukah market akan memantul.

Pada Trend yang kuat atau Volatilitas tinggi market akan bergerak satu arah.ini ditandai dengan dua garis Bollinger yang semakin melebar menjauh. Pada kondisi ini, jangan sekali2 mencoba berharap bahwa market akan memantul dengan cepat. Diperlukan kondisi bollinger yang agak mendatar terlebih dulu agar market mampu balik arah.

Pada kondisi Sideways ,garis bollinger secara umum akan terlihat mendatar.Pada kondisi seperti inilah ,market akan mudah untuk memantul diantara dua sisinya.sehingga jika kita menggunakan strategi scalper kemungkinan besar akan berhasil.

Adakalanya market bergerak acak,namun menurut bollinger ini adalah kondisi yang mudah ditebak.Pada saat market menyentuh bollinger dan indikator lain menyatakan itu dalam kondisi jenuh,maka market akan memantul.


Setelah Bollinger mengalami break, tentu saja price akan bergerak dengan sangat cepat dan kuat.Ini adalah moment yang sangat penting untuk mendulang profit. Namun permasalahannya adalah sampai dimanakah pergerakan akan berhenti dan balik arah?
Dengan teknik ini kita bisa menentukan kapan Price akan balik arah, sehingga Profit yang telah kita dapatkan tetap masuk ke rekening dan tidak hilang.


 
 
Caranya :
  • Ketika bollinger break naik,band high semakin naik band low semakin turun. jika band low lebih tinggi dari band low sebelumnya ,berarti harga telah overbought dan High 01 kita anggap puncaknya .selanjutnya harga akan turun untuk koreksi. namun jika ternyata bid mampu menembus puncak ,kita anggap telah terjadi break lanjutan dan harga akan terus merangkak naik.
  • Ketika bollinger break turun,band high semakin naik band low semakin turun. jika band high lebih rendah dari band high sebelumnya ,berarti harga telah oversold dan Low 01 kita anggap sebagai lembah .selanjutnya harga akan naik untuk koreksi. namun jika ternyata bid mampu menembus lembah ,kita anggap telah terjadi break lanjutan dan harga akan terus merosot turun.

Menentukan titik terendah koreksi



























Setelah dilakukan penelitian,didapatkan sebuah cara untuk menentukan titik terdalam atau tertinggi dari sebuah koreksi setelah terjadinya brekout bollinger band. Yaitu dengan menggunakan indikator Money Flow Index periode 3.

Jika indikator menyentuh angka Nol dan candlestik menyentuh garis tengah bollinger band periode 12 deviasi 2 .maka itulah titik terendah dari sebuah koreksi. Begitu pula ketika MFI 3 menyentuh angka 100 sedangkan candle beraada disekitar band tengah,ini adalah titik tertinggi koreksi setelah terjadi breakout band turun.



Cara Menggunakan Money Flow Index
Ampuh !! Ya, inilah sebutan yang cocok untuk Indikator Money Flow Index (MFI). Money Flow Index masuk dalam kategori Indikator berbasis Volume. Namun, dengan periode yang kecil(periode 3), MFI sangat ampuh digunakan sebagai signal riversal pada semua kondisi kecuali kondisi High Volatile.

Pada kondisi sideway ataupun chaos (tidak teratur),MFI berfungsi dengan sangat baik sebagai tanda trend akan balik arah.

Ketika kondisi sangat volatile, MFI justru akan berfungsi sebagai signal penerusan. Artinya trend akan berlanjut.
Aturan mainnya adalah :
Buy ketika MFI bernilai 0 ( Nol ) . Lebih baik jika dikonfirmasi dengan munculnya candle jenis riversal.
Sell ketika MFI bernilai 100 . juga Lebih baik jika dikonfirmasi dengan munculnya candle jenis riversal.



MENGUKUR KEJENUHAN PASAR
(Measuring Overbough and Oversold)
Pasar yang jenuh dibagi 2 yaitu Jenuh Beli ( overbought) dan Jenuh Jual ( oversold). Inti dari keduanya adalah memberikan signal pada kita bahwa market akan segera balik arah .

Overbought adalah kondisi dimana sudah terlalu banyak trader yang membuka dan menahan posisi open Buy, di lain sisi sudah tidak ada lagi yang membuka posisi baru karena tidak di imbangi open Sell. Sehingga seolah aktivitas perdagangan terhenti, yang tersisa adalah banyaknya posisi yang open buy terbuka.

Pada kondisi seperti ini yang dilakukan oleh sebagian trader adalah  menutup posisi open buy tersebut untuk mendapatkan keuntungan ( profit taking) .Semakin banyak yang menutup posisi, maka market semakin menurun. Sehingga pada kondisi overbought , selanjutnya market balik arah menjadi turun .

Bisa juga dikatakan bahwa overbought ini adalah kondisi dimana harga sudah terlalu tinggi dan tidak akan bergerak lebih tinggi lagi karena dianggap sudah tidak pantas dan tidak bisa diterima jika harga itu benar - benar lebih tinggi lagi.

Biasanya para teknikalis menggunakan indikator RSI atau Stochastic Oscilator untuk mengukur tingkat kejenuhan pasar ini. Namun kali ini saya menyaran kan anda untuk menggunakan MFI ( Money Flow Index ) sebagai indikator pengukur kejenuhan pasar. Keunggulannya adalah lebih memberikan kepastian dan tidak perlu banyak penafsiran seperti RSI .

Contohnya : pada EUR/USD time frame 5 menit , kita bisa gunakan MFI dengan parameter periode 4 dan fixed minimum 0 serta fixed maximum 100 sebagai indikator penunjuk overbought.

Dengan menggunakan MFI (4) ini overbought ditandai dengan garis MFI yang menyentuh level 100. Sehingga jika kondisi ini terjadi kita bisa bersiap membeli kontrak turun atau Open Sell .



Oversold adalah kebalikan dari overbought yang pada intinya adalah kondisi dimana harga sudah terlalu rendah dan akan segera balik arah menjadi naik.

Kondisi oversold bisa ditandai dengan MFI (4) yang menyentuh nilai 0 .


Yang perlu diperhatikan adalah :
1. Penggunaan MFI sebagai pengukur Overbought dan oversold tidak berlaku pada kondisi market yang sangat volatile.
2. Penggunaan MFI ini sebaiknya digabungkan dengan teori konvergenity .

 

ENTRY POINT KONVERGEN

Sebelum market bergerak panjang, biasanya ditandai beberapa signal,antara lain terjadinya konvergen atau divergen pada indikator.

Pada kesempatan ini yang kita bahas adalah konvergenity pada MFI (3).
Kovergen adalah kondisi dimana Price semakin rendah namun tidak diikuti melemahnya indikator.Sehingga boleh dianggap bahwa candle yang merendah itu kosong tanpa tenaga dan mudah untuk dibalik arahkan.

Yang dijadikan patokan sebagai titik terendah adalah MFI terakhir yang bernilai NOL .
sehingga manakala ada candle yang close nya lebih rendah dari close candle yang dianggap pada titik terendah,sedangkan MFI nya lebih tinggi dari MFI terendah maka kondisi ini disebut konvergen. Dan pada Candle selanjutnya kita bisa entry pada market.


Penggunaan Indikator dalam Theory ini tidak terbatas pada MFI saja,boleh menggunakan Indikator lain.



Stocastic Oscilator
Salah satu indikator yang memberikan signal entry dan signal exit cukup akurat adalah stocastic Oscilator. Selain itu stocastic juga berfungsi untuk menentukan apakah market sudah jenuh beli atau jenuh jual.Kondisi jenuh beli ditandai dengan nilai stocastic dibawah level 20. Sedangkan kondisi jenuh jual ditandai dengan stocastic yang berada diatas level 80.

Stocastic terdiri dari garis utama dan garis signal.Cara penggunaannya :

1. Pada saat garis signal memotong garis utama dari atas, itu menandakan market balik arah menjadi trend naik.
2. Pada saat garis signal memotong garis utama dari bawah, itu menandakan market balik arah menjadi trend turun.

Perpotongan yang terjadi di area jenuh dapat menjadi pertanda yang kuat bahwa market akan balik arah.

Pada saat trend kuat terjadi,terkadang walaupun stocastic sudah menunjukan perpotonngan,market akan terus bergerak mengikuti arah trend. Oleh karena itu diperlukan indikator lain untuk mengidentifikasi trend apakah kuat atau tidak.

Dari beberapa kondisi perpotongan stocastic,ada kalanya terjadi Konvergen atau Divergen.  Konvergen Ditandai dengan:
1. adannya dua perpotongan garis
2. Perpotongan yang kedua lebih rendah dari perpotongan yang pertama
3. harga pada perpotongan kedua lebih tinggi dari harga pada perpotongan pertama

Signal Konvergen menunjukan harga akan balik arah dengan sangat cepat.




Moving Average
Indikator klasik yang paling banyak digunakan oleh para trader adalah Moving Average.Selain karena mudah penggunaannya ,moving average sudah terbukti membawa para trader menuju kesuksesan.

Cara penggunaanya:
1. Normalnya,Ketika garis MA memotong grafik dari atas,market akan bergerak naik( trend jadi bullish).Begitu juga sebaliknya,ketika garis MA memotong grafik dari bawah ,market akan bergerak turun (trend jadi bearish).


2. Jika garis MA berada disekitar grafik dan terpotong terus menerus,ini menandakan bahwa market sedang sideways (bergerak mendatar).Lita perlu menunggu konfirmasi dari indikator lain sebelum terbentuk trend.
3.Pada kondisi trend yang kuat,pada saat harga menyentuh garis MA,biasanya akan memantul dan kembali bergerak sesuai trend yang sedang terjadi.Oleh karena itu,kadang garis MA juga dijadikan support & resistance.


PARABOLIC SAR

Fungsi asli dari indikator ini adalah sebagi titik support atau resistance. yaitu titik yang tidak akan pernah tersentuh oleh grafik.Oleh karena itu biasanya dijadikan level Stoploss. Namun adakalanya indikator ini digunakan sebagai entry point yang menandakan trend baru akan terbentuk.
 
Jika sebelumnya SAR berada diatas grafik kemudian SAR baru muncul dibawah Nilai Open bar/candle, ini menunjukan akan terjadi trend Naik. Sebaliknya jika SAR sebelumnya berada dibawah grafik,lalu muncul SAR baru yang berada di atas grafik,ini berarti trend turun akan terjadi.


Pada Market yang bergerak sideway (mendatar), SAR tidak dapat dijadikan signal masuk.
Namun hanya dapat dijadikan Support /Resistance /Level Stoploss.



Salam Profit...














Sumber: http://ayotradinggbp.blogspot.com

Strategi Trader Forex

JENIS TRADER DAN STRATEGINYA

1. BUY BOTTOM SELL TOP

Strategy ini bisa dibilang scalper,cocok untuk kondisi market yang bergerak mendatar. Indikator yang diperlukan adalah jenis Oscillator yang dapat mendeteksi kejenuhan pasar.
 Aturan mainnya adalah :
BUY ketika harga berada di sekitar support,dan indikator menunjukan telah jenuh jual. Lebih bagus jika muncul candle /bar jenis pembalikan seperti Hammer.
SELL ketika harga berada disekitar resistance ,dan indikator menunjukan jenuh jual. Lebih bagus jika muncul candle pembalikan.




2. BREAKOUTER

Breakout biasanya terjadi setelah market yang bergerak sideway. Breakout menunjukan antusiasme yang tinggi dari pembeli atupun penjual. Sebelum breakout biasanya di dahului oleh false signal, lembah yang lebih tinggi dari sebelumnya,puncak yang lebih rendah dari sebelumnya,atau ada indikator yang menunjukan jenuh beli/jual pada market yang datar.
 Aturan mainnya adalah :
BUY ketika harga berhasil menembus resistance disertai Volume yang besar dan Volatilitas yang tinggi.
SELL ketika harga berhasil menembus Support disertai Volume yang besar dan Volatilitas yang tinggi.



3. TREND FOLLOWER

Trading dengan mengikuti trend sangat cocok untuk jangka panjang.
Terbentuknya tren ditandai dengan adanya lembah yang semakin meninggi atau puncak yang semakin merendah.Trend normalnya memiliki kemiringan 45 derajat.Jika trend terlihat sangat curam,ini menunjukan akan segera dibalikkan.
 Aturan mainnya adalah :
BUY sesaat setelah terbentuk lembah yang semakin tinggi dari lembah sebelumnya.Sangat lebih baik jika indikator jenis trending menunjukan bahwa trend naik sedang terjadi.
SELL sesaat setelah terbentuk puncak yang semakin rendah dari puncak sebelumnya.Juga lebih baik jika indikator jenis trending menunjukan sedang terjadi trend turun dan atau indikator jenis oscilator menunjukan bahwa harga baru saja keluar dari zona jenuh beli.



4. CORRECTER

Strategy ini cocok digunakan ketika trend kuat atau jangkan panjang terjadi.
Trend yang kuat mempunyai satu arah,sehinga ketika arah grafik berbalik tanpa ada tenaga,arah grafik akan dikembalikan seperti semula mengikuti trend yang sedang terjadi.

Aturan mainnya dalah :
BUY ketika trend kuat terjadi dan harga berada di sekitar support.Lebih baik jika grafik menunjukan pelemahan dan indikator oscilator menyatakan telah jenuh jual.
SELL ketika trend kuat terjadi dan harga berada di sekitar Ressistance.Lebih baik jika grafik menunjukan pelemahan dan indikator oscilator menyatakan telah jenuh beli.




Sumber : http://ayotradinggbp.blogspot.com

Tuesday, April 3, 2012

Simple trading with EMA

Strategi Trend Trading EMA cocok digunakan pada TF 1H. Sehingga strategi ini bisa disebut
strategi long term. selain EMA saya juga menggunakan RSI dan BB  kalo RSI sebagai momentum dan kalo BB saya gunakan sebagai batas.

Kunci dari strategi ini adalah posisi Close sebuah candle dengan ditopang oleh jenis trend yang terjadi.
Strategi Trend Trading EMA bisa digunakan pada mata uang apapun.

oke langsung aja ke settingan indikator :

EMA 89
EMA 21
EMA 13
EMA 5
EMA 3

RSI(21)


ATURAN MAEN
:
EMA 89 digunakan untuk menunjukan arah trend utama. Artinya ketika harga berada di atas EMA 89 maka disebut sedang Trend Naik, begitu pula ketika harga berada dibawah EMA 89 , ini disebut sedang Trend turun.

EMA 21 dan EMA 13 untuk memberikan arah trend saat ini.
Selama EMA 13 tetap berada di atas EMA 21 , maka ini disebut sedang Trend Naik. Begitu juga sebaliknya.
RSI (21) di atas 50 menunjukkan trend naik , di bawah50 menunjukan trend turun.

Entry point Buy adalah
:
- Jika muncul candle bullish pada kondisi trend naik , dengan syarat jumlah candle antara candle saat ini dengan
candle yang RSInya memotong level 50 tidak lebih dari 5 candle . Dengan kata lain kita akan membuka posisi buy sesaat setelah nilai close terbentuk dengan didukung kondisi harga saat ini berada diatas EMA 89, nilai RSI berada diatas 50 , serta EMA 3 dan EMA 5 berada diatas chanel EMA 13 dan EMA 21 .

Entry point sell adalah
:
Entry point Sell adalah kebalikan dari entry point buy diatas.
Entry point adalah ketika EMA 13 memotong EMA 21 .
Stoploss ditempatkan pada nilai close candle yang RSInya melakukan crossing

tampilan chart seperti ini


Sumber: http://www.forexindo.com

Sunday, April 1, 2012

Rahasia Trading jangka pendek

Rahasianya adalah semakin sedikit anda melakukan trading, semakin sedikit anda memperoleh penghasilan

Menyedihkan namun itulah kenyataan. Pernah berpikir mengenai investasi yang pernah anda lakukan. Apakah anda mampu menyelesaikan pekerjaan dalam satu hari? Dan jika iya, anda sangat beruntung, berapa kali anda dapat melakukannya lagi? Tak diragukan, hal seperti itu sangat jarang terjadi. Hal ini karena hal yang berlaku dalam spekulasi universal sama halnya dengan hal yang berlaku dalam pertumbuhan universal.

Kita membutuhkan waktu untuk dapat meningkatkan keuntungan.

Para trader yang berhasil mengetahui bahwa pasar dalam satu menit dapat bergerak sedikit maju, dalam 5 menit pasar akan bergerak sedikit lebih jauh, dan dalam 60 menit semakin jauh lagi dan siapa sangka akan sejauh apa pasar akan bergerak dalam satu hari atau dalam satu minggu. Para trader yang kalah menyukai trading hanya dalam periode waktu yang pendek, yang secara otomatis akan memperkecil potensi keuntungan mereka.

Dengan kata lain, mereka sengaja membatasi keuntungan mereka dan bersama dengan kerugian yang tidak terbatas. Tidak heran banyak yang mendapatkan hasil yang negatif dalam trading jangka pendek. Mereka mengunci diri mereka sendiri ke dalam situasi keputusasaan, dengan berpikir bahwa menghasilkan uang mungkin dilakukan dalam sehari hanya dengan memperoleh kenaikan dan penurunan pasar. Teori ini terlihat rasional, karena saat anda melakukan trading dalam satu hari dan tidak pernah meninggalkan posisi membuka dalam satu malam, dan anda tidak perlu bergantung pada peristiwa dalam berita dan adanya perubahan perubahan maka hal hal tersebut memperkecil resiko anda. Namun ini tidaklah benar karena ada dua alasan

Pertama, resiko anda ada dibawah kendali anda. Satu satunya kendali yang anda miliki dalam bisnis trading ini adalah dengan mengendalikan poin stop loss- poin dimana anda menutup posisi. Ya, ada kemungkinan bahwa besok pagi pasar akan membuka dengan selisih yang melebihi stop anda (lewat dari stop anda) walaupun kasus ini sangat jarang terjadi, tetapi anda dapat membatasi kerugian anda, dengan memiliki poin stop loss dan menjauhi transaksi yang merugikan. Mereka yang kalah bertahan dengan kerugiaannya dan tidak sama halnya dengan para pemenang.  

Segera saat anda menetapkan posisi dengan poin stop-loss, anda akan mengalami kerugian sejumlah uang yang telah ditetapkan.Sampai kapanpun anda membuka posisi, poin stop loss anda membatasi resiko anda. Resiko anda sama dengan setiap saat anda membeli poin tinggi dalam pasar atau poin rendah setiap waktu.

Dengan tidak menetapkan posisi satu malam maka akan membatasi jumlah waktu yang membawa pertumbuhan investasi. Terkadang, walaupun pasar mungkin membuka berlawanan dengan kita, kita masih berada dalam arah yang tepat karena pasar seringkali membuka dengan mendukung kita

Dan yang lebih penting, saat anda mengakhiri trading di akhir hari, atau lebih buruknya diwaktu tertentu, katakanlah dalam interval 5-10 menit, anda memperkecil potensi keuntungan anda sendiri. Ingat saat saya menjelaskan perbedaan besar antara para pemenang dan mereka yang kalah adalah mereka yang kalah terpaku dengan kerugian mereka ? Perbedaan lainnya adalah para pemenang mempertahankan posisi kemenangan mereka sedangkan mereka yang kalah menjauhi pasar sesegera mungkin. Karena bagi mereka yang kalah, mereka tidak menunggu posisi kemenangan: mereka sangat bahagia mendapatkan keuntungan dan sesegera mungkin menjauhi pasar (hampir dalam satu hari)

Anda tidak pernah menghasilkan uang yang banyak hingga anda belajar bagaimana untuk mempertahankan posisi kemenangan, dan semakin lama anda mempertahankannya, semakin besar potensi keuntungannya. Saat para petani menabur bibit, mereka tidak hanya menanamnya dalam setiap beberapa menit untuk melihat bagaimana tanaman mereka tumbuh. Mereka membiarkan tanaman tersebut tumbuh dan semakin meninggi. Para trader dapat mempelajari proses alami ini. Kesuksesan trader tidak berbeda dengan kesuksesan bercocoktanam. Untuk menanam transaksi yang sukses, para trader juga membutuhkan waktu.   


Sumber: http://instaforex.com/

Sunday, March 25, 2012

Tips Trading Ala BTN

Kuasai 1 saja pair mata uang yang diperdagangkan misal nya eurusd, tentukan OP dimana pas pasang nya, kalo misalnya sudah terlalu tinggi kita pasang sell, sebaliknya buy kalo kira2 kita posisi sudh jauh kebawah, OP nya sekali saja, BUY atau SELL, equity harus tahan, Hitung kekuatan free margin nya..
Misal Balance $2000
kita OP Size 0.50 di 1.300
artinya kita dapat menahan posisi sebesar 400 PIP (perkalian $2000 / 5 = 400

Contoh:
OP Size 0.50 di running 1.300 SELL
Artnya kalo trend naik kita mampu menahan 400 pip di 1.700

OP Size 0.70 di running 1.300 SELL
Artnya kalo trend naik kita mampu menahan 285.7 pip di 1.585

kalo naik terus persiapkan untuk suntik dana lagi..
dan ingat "sejarah akan kembali ke semula" artinya tidak mungkin selama nya trend naik..pasti turun lagi ke arah posisi kita



Tips lain-nya yang mungkin berguna
  • Tentukan target kemenangan anda. Tidak perlu terlalu banyak, idealnya dalam 1 hari anda mendapat USD 15 - USD 20 sudah sangat baik. Jangan serakah!
  • Tentukan berapa kekalahan yang bisa anda toleransi dan gunakan uang sebanyak andasiap rugi.
  • Bermainlah dengan konsisten dan berpola.
  • Sabarlah menunggu momen yang tepat. Ingat! Anda tidak harus Betting, jadi santai sajalah...
  • Bersedia menerima dan belajar dari kekalahan, karena pada dasarnya tidak ada suatu metode analisa apapun yang sempurna. Resiko itu selalu ada dan memang harus ada.
  • Yang terpenting sebelum anda melakukan OP, tanyalah pada diri anda "Apakah saya yakin bahwa prediksi saya ini benar?". Jika tidak, jangan OP!
  • Jangan gunakan uang terakhir yang anda punya.

Saturday, March 24, 2012

Akhir-akhir ini kita menghadapi pasar yang sangat volatile, fluktuatif dan bergejolak. Seiring dengan buruknya perekonomian di AS dan zona Eropa, hampir tiap hari kita melihat Dow Jones naik 300 poin, tapi hari berikutnya turun -300 poin lagi. Contoh lain harga emas naik cepat dari 1800 ke 1920, kemudian dua hari berikutnya rontok ke 1750, dan beberapa hari kemudian kembali ke 1900-an. Seperti naik roller coster yang penuh tanjakan, turunan dan tikungan.  Sebagai contoh mari kita lihat perbandingan gerakan harga EUR/USD di pasar yang normal dan volatile


Pasar yang volatil seperti ini biasanya disukai trader karena menjanjikan keuntungan besar. Tapi si sisi sebaliknya juga memberikan potensi kerugian yang tidak kalah besar, apalagi bila trader tidak mempersiapkan diri dengan baik. Trading di pasar seperti ini membutuhkan perubahan strategi. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda pertimbangkan saat trading di pasar yang sangat volatile

1. Hanya trading bila Anda yakin
Biasanya trader ingin memanfaatkan kondisi pasar yang volatile, tergoda untung besar malah menambah dengan menambah jumlah lot atau frekuensi trading. Godaan ini sepatutnya dihindari. Walaupun bisa untung besar, potensi rugi juga sama besar. Sebelum memasang order, pertimbangkan risk dan reward sesuai kemampuan mental dan finansial Anda terlebih dahulu.

2. Gunakan leverage yang rendah
Di pasar yang volatile, bila sampai rugi bisa sangat sadis. Untuk itu pertimbangkan untuk mengurangi jumlah lot. Atau bagi trader saham tidak menggunakan margin terlalu besar. Bahkan sebaiknya tidak menggunakan margin yang disediakan broker sama sekali. Menggunakan jumlah lot yang lebih kecil juga memiliki keuntungan, yaitu Anda bisa memasang level stop loss lebih lebar untuk mengantisipasi swing harga yang lebih lebar.

3. Lebih disiplin
Selama trading di pasar yang volatile, trader harus lebih disiplin pada sistem yang ia gunakan. Patuh pada signal jual atau beli apapun yang terjadi. Hal ini akan membantu di saat pergerakan harga menjadi liar. Tanpa disiplin ketat seperti ini, kemungkinan akun trading ambrol sangat besar.

4. Selalu pasang stop loss level
Banyak trader tidak mau memasang stop loss level karena melihat harga bergerak naik turun, sehingga diharapkan harga bergerak kembali ke level semula. Hal ini adalah hal yang tidak seharusnya terjadi. Seharusnya trader semakin rajin memasang stop loss level. Di pasar yang volatile, setiap kali support dan resistance tertembus, harga akan bergerak lebih kencang. Itu adalah potensi rugi lebih besar. Itulah sebabnya kita perlu lebih rajin memasang stop loss, bukan sebaliknya.

5. Bersiap pada segala kemungkinan

Trader harus bersiap sedia pada segala kemungkinan. Di pasar yang volatil, panik, serakah dan takut campur aduk menjadi satu. Setiap kali ada berita fundamental, yang seringkali di pasar normal dianggap remeh, bisa menjadi pemicu panic selling atau buying.

6. Lakukan short term trading.
Tradinglah dalam jangka waktu yang lebih pendek bilamana perlu. Tektok dengan jumlah lot tidak terlalu besar. Setelah pasar kembali normal Anda kembali bisa trading dalam jangka panjang.

7. Berhati-hati melakukan Analisis Teknikal
Di pasar yang volatile, banyak indikator Analisis Teknikal bisa menjadi tidak bisa diandalkan, terutama yang berbasis trend. Karena trend menjadi liar, sebentar terlihat bullish dan sebentar terlihat bearish. Untuk perlu berhati-hati menginterpretasikan Analisis Teknikal

8. Jangan terlalu banyak mendengarkan berita
Fokus pada chart. Terlalu banyak mendengarkan berita yang simpang siur, sebentar bullish, sebentar kemudian bearish, malah akan menambah beban stress di kepala Anda. Dengan fokus pada chart Anda akan lebih tenang dalam trading Juga tidak perlu repot-repot memprediksi harga mau kemana. Di pasar yang volatile, harga akan bergerak suka-suka. Yang kita perlukan cukup antisipasi saja. Untuk itulah trader cukup fokus pada chart.

9. Maklumlah bila sulit mendapatkan keuntungan
Umumnya sulit untuk mendapatkan keuntungan di pasar yang tidak mudah ditebak. Karena itu bila posisi Anda loss tidak perlu kecil hati. Banyak yang senasib. Tenangkan pikiran. Kalau perlu istirahat dahulu dari trading. Kemudian kembali lagi saat pikiran sudah tenang, atau menunggu dan kembali saat pasar sudah cenderung normal kembal.


Lalu apa persiapan tatkala Trading For Living

1. Persiapkan modal Anda. Jika modal Anda kurang, agak sulit mengandalkan trading sebagai sumber pemasukan sehari-hari.
Kalau modal Anda sedikit, kemungkinan Anda tidak bisa mengandalkan hasil trading untuk kebutuhan sehari-hari. Ambil contoh saja kebutuhan bulanan Anda sekitar 5 juta per bulan untuk makan, bayar kontrakan, bayar sekolah anak dan sebagainya. Kita asumsikan saja Anda bisa cuan dari trading sebesar 5% per bulan dari modal. Angka 5% ini adalah angka yang normal, masih bisa dicapailah tanpa terlalu ngoyo. Jadi kebutuhan modal Anda harus minimal = 100% / 5% x 5 juta = 100 juta

Dari contoh, setidaknya Anda harus menyiapkan minimal 100 juta sebagai modal trading. Lebih baik lagi jika lebih besar dari itu karena belum tentu kita selalu cuan.
Kalau modal Anda 200 juta, untuk mendapatkan 5 juta per bulan, Anda hanya perlu profit 2,5% per bulan. Menurut saya lebih achievable lagi. Trading Anda juga bisa lebih tenang dan emosi lebih terkontrol.

Kalau lebih kecil dari itu kemungkinan Anda hanya akan membuang waktu untuk trading. Istilah jawanya "ora cucuk". Bahkan bisa membuat Anda stres karena untuk mencapai 5 juta per bulan Anda harus cuan dalam persentase lebih besar.

Contoh modal Anda hanya 50 juta, berarti Anda harus cuan 10% setiap bulan. Mungkinkah? Mungkin saja, tapi sekali dua kali mungkin bisa, tapi setiap bulan? Saat pasar saham bearish bisakah Anda melakukannya?

Jika modal Anda terasa kurang, sebaiknya Anda tidak perlu memaksakan diri untuk trading for living. Disarankan menambah modal dulu dari bekerja atau sumber lain sampai terkumpul modal tersebut. Sambil menunggu modal terkumpul, Anda bisa belajar dengan melakukan trading di demo account atau trading kecil-kecilan dulu.

2. Persiapkan dana untuk kebutuhan sehari-hari minimal untuk 6 bulan ke depan. Misalnya Anda setiap bulan membutuhkan 10 juta untuk biaya hidup sehari-hari, maka di rekening tabungan Anda harus ada uang senilai 60 juta. Ingat, bahwa uang ini bukan uang modal untuk trading. Uang ini harus terpisah. Hal ini perlu dilakukan agar bila trading Anda kurang berhasil, Anda masih punya cadangan uang untuk hidup sehari-hari. Memiliki cadangan untuk kebutuhan sehari-hari juga berguna supaya trading Anda lebih fokus dan tidak mempengaruhi emosi Anda terlalu dalam.

3. Sebaiknya Anda sudah mengetahui seluk beluk trading terlebih dahulu. Jangan belajar baru pada waktu sudah memutuskan trading for living. Sebaliknya belajarlah trading jauh sebelumnya. Jadi sekarang Anda tinggal praktek. Seharusnya Anda sudah mencoba demo account atau mencoba trading kecil-kecilan sebelumnya. Tidak hanya soal teknis trading, Anda harus sudah paham bagaimana manajemenen uang dan mengelola risiko.

4. Persiapkan mental. Bekerja sendiri tidak sama dengan bekerja dengan orang lain. Enaknya memang Anda tidak perlu bangun pagi, tidak perlu memakai baju bagus dan berdasi waktu bekerja. Anda bisa saja memakai piyama dan berambut kucel waktu trading. Tapi profesionalitas harus tetap sama, bahkan harus lebih. Anda harus disiplin pada diri sendiri, melakukan trading dengan benar, bukannya spekulasi. Hanya dengan trading yang benar, Anda bisa mendapatkan pendapatan secara konsisten. Trading itu tidak mudah dan tidak pernah mudah, maka Anda harus punya sikap mental yang benar sebagai trader. Berbeda dengan pekerjaan lain, yang umumnya tidak melibatkan emosi secara mendalam, profesi trader tidak demikian. Di dalam setiap tindakannnya selalu ada faktor emosi yang menyertai maka Anda harus persiapkan mental Anda dengan baik.
5. Persiapkan exit plan. Tidak semua orang bisa menjadi trader. Ada orang yang lebih cocok bekerja pada orang lain. Ada yang lebih baik menjadi investor. Sebaiknya Anda menetapkan target tertentu, sampai berapa lama Anda mencoba untuk menjadi trader. Jika hasil tidak menguntungkan dalam kurun waktu tersebut, Anda sebaiknya memutuskan untuk keluar arena trading.

Semoga artikel ini bisa memberi inspirasi, terutama bagi Anda yang hendak memutuskan untuk trading for living.




By http://www.juruscuan.com

Seperti contoh dibawah ini Yuk kita mulai...................
kita awali dengan bentuk candle kosong seperti dibawah:
Chart GBP TF15


Nah kira-kira kalau dilihat sekilas memang susah untuk dianalisa,nah tapi disini letaknya trik trading nya

Bahwa shadow dan body dalam candle itu menandakan level-level penting dimarket dan dapat menganalisa candle secara umum berdasarkan support dan resistance candle, Perlu diingat bahwa yang dibahas hanya support dan resistance candle saja!!

Ok Lihat gambar dibawah ini


Nah dari gambar diatas terlihat kalau arah lagi down trend tuh dan ada support sama resistance candle yang ilham tandai dengan garis seperti yang ada dipoint A, B dan C. Jadi ketahuan tuh support sama resistance yang terjadi di market.

Untuk open posisinya tinggal disesuaiin aja deh dengan bentuk yang ada dan temen-temen pasti juga lebih pintar dan lebih jago dalam masalah open posisi.
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Dengan sedikit memberanikan diri saya akhirnya memutuskan untuk membuka thread ini. Judulnya "Belajar Menganalisa Chart ala KG"... Mengapa saya memberi judulnya begini ? Bukan apa-apa sih, cuman sekedar membuatnya menarik aja he..he..he..he..he..he..he.. dan supaya gak ada yang protes huahahhahahahahahahaha.... tapi sejujurnya beginilah cara saya menganalisa selama ini.. belum lama sih di bandingkan para senior trader yang mungkin sedang membaca tulisan pra newbie ini :-)

KG

OK, kita mulai deh....
Menganalisa chart mungkin bagian yang pertama membuat bingung para pemula di forex, termasuk saya di awal menggeluti bisnis ini. Ceuelah bisnis beu... yup bisnis !!! saya lebih suka menyebut forex ini sebagai sebuah bisnis. So, saya menyikapi dan melakukannya layaknya sebuah bisnis.

Banyak cara yang dilakukan para trader untuk menganalisa chart baik secara fundamental maupun teknikal, di mana hasil analisa inilah nanti yang digunakannya untuk melakukan transaksi dengan membuka posisi Buy atau Sell atau mungkin menahan diri untuk tidak melakukan transaksi terlebih dahulu. Atau menunggu moment lah istilah temen-temen biasanya....


Cara mana atau teknik analisis mana yang terbaik? Saya lebih suka mengatakan bahwa semua teknik atau cara apa pun dalam menganalisa chart yang digunakan setiap trader dan mampu membuatnya menghasilkan sebuah keputusan yang tepat adalah cara yang terbaik. Jadi jika ada yang menganalisa berdasarkan hidungnya gatal atau tidak gatal untuk membuat keputusan Buy ata Sell dan ternyata dalam prakteknya keputusan tersebut selalu tepat, saya pikir ini juga valid he..he..he...he... intinya semua cara atau teknik menganalisa itu baik...tidak ada yang buruk...


Apa cara yang saya gunakan? Saya menggunakan murni teknikal analisis... artinya saya hanya menggunakan analisa matematis dan statistik untuk menganalisa pergerakan harga. Mengapa? karena saya hanya bisanya itu... huahahahahahahaha

Nah.. untuk menganalisa sehingga hasil analisa ini nanti dapat kita gunakan untuk membuat keputusan dalam transaksi yang kita lakukan, apa saja yang perlu kita hasilkan dari analisa kita? Simple saja sebetulnya, hanya ada dua data yang perlu kita peroleh dari analisa yang kita lakukan. Apa saja? Pertama, kita memiliki prediksi kemana harga akan bergerak (keatas atau kebawah, naik atau turun, up or down) dan Kedua, kita memiliki prediksi sampai dimana harga ini akan bergerak.

Prediksi ? Yup... semua hasilnya hanya prediksi karena bagaimanapun juga perlu kita sadari bahwa tidak ada yang tahu kemana harga akan bergerak dan sampai dimana harga itu akan bergerak. Tetapi hasil analisa kita yang berupa prediksi ini tidak dihasilkan secara sembarangan.. ada dasarnya. Apa dasarnya? yah perhitungan matetamatis dan statistik atau berdasarkan analisa fundamental bagi yang menggunakan teknik ini. Jadi ringkasnya prediksi yang akan kita lakukan sama halnya seperti para ahli di Badan Meterologi memperkirakan kapan musim hujan atau musim panas tiba dengan menggunakan data-data suhu, tekanan atmosfir, arah angin dsb. Hanya dalam forex karena kita akan menggunakan teknikal analisis, kita akan menggunakan data harga yang sudah terbentuk untuk menganalisa dan memprediksi pergerakan harga selanjutnya.

Lha data masa lalu kan gak ada hubungannya dengan masa depan? (mungkin ini pertanyaan yang sering muncul).. Saya tidak sependapat, karena saya percaya masa lalu, saat ini dan masa yang akan datang saling berhubungan. Contohnya, bagaimana kita hari ini adalah hasil masa lalu. Bagaimana cara kita berjalan, bagaimana cara kita berkata-kata, bersikap bahkan ahlak kita adalah hasil masa lalu kita. Jadi jika kita ingin mengetahui bagaimana kita hari ini dan kemana kita nanti.. surga atau neraka.. kita bisa menganalisanya dengan melihat masa lalu dan kondisi saat ini.... gitu kira-kira analoginya.

Kemana kecenderungan harga akan bergerak? atau kemana trend nya nih? Mungkin ini pertanyaan yang sering kita tanyakan pada diri kita sendiri ketika pertama kali melihat chart. Istilah trend ini seringkali menjadi perdebatan para trader, terutama defenisinya. Nah, kita tidak akan berdebat soal trend di sini... jadi biar seragam pemahamannya mulai sekarang di thread ini "trend" kita defenisikan sebagai arah kecenderungan pergerakan harga berdasarkan satuan waktu.. mengapa? karena kita akan melihat waktu sebagai salah satu dasar analisis kita nanti. hehehehehe jelas kok.. wong di chart cuman ada dua data "harga" dan "waktu" doang.... qqqqqqqqq

Lalu bagaimana kita menentukan trend? Banyak caranya... cara yang paling mudah adalah ketika kita melihat sebuah chart.. coba lihat nilai "price" pada candle paling kiri dari chart kita lalu lihat nilai "price" di candle terakhir di chart kita. Bandingkan nilainya, jika nilai "price" sebelah kiri lebih kecil dari nilai "price" terakhir maka trend nya naik.. dan trend nya turun jika sebaliknya.. gampang kan? hehehehehehehe.. Tetapi kita tidak menggunakan cara seperti ini lah.... hi..hi..hi...hi. Kita akan melihat trend secara matematis...

Nah, kita akan melihat trend dengan menggunakan data-data yang ada pada chart yang kita gunakan. Apa saja sih data yang tersedia pada chart kita? Data yang ada pada chart kita tentu saja hanya berisi data harga dan waktunya. Contohnya di Time Frame H1, perhatikan satu candle yang terdapat pada TF H1 ini. Setiap candle menggambarkan rentang pergerakan harga selama satu jam, dan pergerakan harga yg terjadi selama satu jam ini hanya diwakili oleh empat nilai yaitu nilai price High, Low, Open dan Close (HLOC). Dimana nilai High mewakili nilai price tertinggi, nilai Low mewakili nilai terendah, nilai Open mewakili nilai awal, nilai Close mewakili nilai akhir di rentang satu jam tersebut. Nah, jika kita lihat TF lainnya nilai-nilai HLOC di setiap candle ini adalah nilai price yang terjadi dalam rentang waktu sesuai
dengan dimana TF candle tersebut berada.

Apa yang bisa kita lihat dari sini? Pengelompokkan data.. yup bener banget. Jadi data price dalam bentuk candle yang kita lihat di setiap TF chart yang kita buka adalah gambaran data price yang dikelompokkan dalam waktu tertentu, dan setiap kelompok data berdasarkan waktu ini hanya diwakili oleh 4 (empat) nilai price yang terjadi selama rentang waktu tertentu. Nah, dari sini jelas bahwa TF menggambarkan pengelompokan data. Jadi kalau di TF W1 berarti setiap candle mewakili rentang pergerakan harga selama satu minggu, dimana pergerakan harga selama seminggu ini di TF W1 hanya diwakili oleh empat nilai HLOC nya saja. Pemahaman mengenai TF dan data pada setiap candle nya ini berguna ketika kita memilih di TF berapa kita menganalisa chart nanti. Kekurang pahaman mengenai hal ini juga seringkali menyebabkan kita bisa salah menganalisa lho... Makanya dengan sangat terpaksa saya harus menjabarkannya di sini... (maaf ke para master kalau harus membaca hal basic ini...)

Lalu bagaimana kita bisa melihat arah pergerakan harga yang sudah dan sedang terjadi dengan menggunakan data-data yang ada pada setiap candle ini? Lalu dari empat nilai price (HLOC) yang terdapat pada setiap candle, nilai price mana yang harus kita pakai dalam menganalisa?

Jreng..jreng.... ok kita mulai masuk agak dalam di sini...kita mulai dari pertanyaan kedua dulu. Nilai price mana yang akan kita gunakan dalam analisa? jawaban saya adalah semuanya. Empat nilai price yang terdapat dalam setiap candle adalah sama nilai pentingnya. Mengapa? karena keempat nilai HLOC dalam setiap candle tersebut menggambarkan atau mewakili nilai-nilai price yang terjadi dalam rentang waktu tertentu. Logikanya begini, coba kita lihat satu candle di TF MN (Monthly)..

nah dari candle ini coba misalnya ambil saja satu dari nilai HLOC nya. Katakan kita ambil nilai Close nya saja. Biar mudah kita contohkan misalnya nilai Close price candle USD-JPY bulan November 2007 adalah 111.10.

Apa yang bisa kita baca dari nilai Close ini saja ?
Apakah kita bisa memperoleh informasi lebih banyak lagi dari nilai Close ini saja?

Yang jelas kita hanya mengetahui bahwa nilai price pada akhir bulan November 2007 di tutup dengan nilai price 111.10 untuk USD-JPY. Itu saja !!! Nah coba jika dari satu candle tersebut kita juga melihat nilai High, Low dan Open nya juga, maka informasi yang bisa kita tangkap atau baca dari satu candle itu akan berbeda bukan? Lebih banyak informasi yang bisa kita jabarkan dari 4 data daripada hanya 1 data.

Nah berangkat dari sini berkembanglah penggunaan data pada candle ini untuk analisa.. sehingga kita mengenal ada data Median ((H+L)/2), Typical ((H+L+C)/3), Weighted ((H+L+C+C)/4) dan lainnya lagi. Tetapi banyak juga trader yang hanya menggunakan satu data dalam candle untuk analisanya, boleh kah ini? sah-sah saja karena pemilihan data dalam setiap candle yang nanti akan kita gunakan di analisa matematis dan statistik itu hak preogratif yang menggunakannya dan penggunanya juga pasti memiliki alasan mengapa dia menggunakan data tersebut dalam analisanya.

Kembali kepada pertanyaan pertama dan kedua diatas, kita akan menganalisa data dengan menggunakan persamaan rata-rata bergerak dengan mengambil data weighted pada setiap candle untuk melihat pergerakan price dalam rentang waktu tertentu. Nah, beruntungnya plaform trading yang ada saat ini kebanyakan sudah menyediakan fasilitas ini berupa indicator siap pakai yang dikenal dengan nama Moving Average (MA). Dalam menganalisa data saya lebih sering menggunakan platform MetaTrader karena tampilannya yang menarik dan mudah penggunaannya.

Apa sih Moving Average? wuih... kalo dijabarin dengan formulanya bakal njelimet ni thread, tapi untuk detailnya temen-temen bisa baca-baca mengenai rumus dan detail mengenai MA ini di site-site seperti babypips.com atau belajarforex.com atau tanya aja ke mbah Google.. hehehehehe... Tapi yang jelas MA ini singkatnya menghitung nilai rata-rata bergerak dari sejumlah data tertentu. Metoda menghitung nilai rata-rata bergerak ini pun bermacam-macam cara dan formula nya sehinggak kita mengenal ada metoda Simple Moving Average, Exponential Moving Average, Linear Weighted Moving Average dsb. Nah biar gak pusing... selanjutnya kita hanya menggunakan metoda Simple Moving Average (SMA) dan data dari setiap candle yang akan kita gunakan adalah data type Weighted (HLCC/4).

Mengapa kita menggunakan metoda SMA untuk melihat rata-rata bergerak dari pergerakan harga yang akan kita amati? Alasan utama kita menggunakannya adalah kesederhanaan dari formula SMA itu sendiri, karena nantinya hal ini akan banyak memudahkan kita dalam memahami karakteristik dari pergerakan yang dibentuk oleh formula ini. SMA menghitung nilai rata-rata dengan cara yg sangat umum, contohnya katakan kita memiliki nilai 6, 8, 9, 4 dan 3 maka nilai SMA nya adalah (6+8+9+4+3)/5 = 6 dimana nilai pembagi 5 adalah jumlah atau banyaknya data yang dihitung rata-ratanya. Sederhana kan?

Nah, gimana gambaran SMA di chart kita nanti itu sebetulnya sama saja dengan contoh tadi.. Katakan kita menggunakan SMA dengan applied price nya Weighted (HLCC/4) dan periode 9.. ini artinya formula SMA secara otomatis akan menghitung nilai rata-rata HLCC/4 dari 9 buah candle terakhir. Jadi setiap kali candle baru terbentuk SMA akan menghitung nilai rata-ratanya dan di platform yang kita gunakan semuanya sudah ditampilkan dalam bentuk garis.... (hehehehe i love teknologi... karena dulu mesti di hitung dan di gambar manual)

Nah biar lebih paham, coba kita amati gambar di bawah ini ...

Nah... sekarang coba saya kecilkan gambar chart tadi...
kira-kira sama tidak hasil analisa sepintas kita dengan melihat chart pertama tadi?
Menarik bukan? Bayangkan, hanya dengan mengecilkan tampilan chart, kita dapat memperoleh informasi yang berbeda... Apa artinya ini? artinya bahwa luas jangkauan kita melihat atau memandang sesuatu akan menghasilkan persepsi yang berbeda di kepala kita.. kenapa? tentu saja karena semakin luas kita melihat sesuatu, semakin banyak informasi yang akan kita peroleh. Dan jumlah informasi yang kita miliki inilah nanti yang akan membuat pemahaman kita semakin jelas.

Nah.. kembali ke bahasan. Coba perhatikan kedua chart GBP/USD Time Frame (TF) H1 di atas... Informasi apa yang bisa kita tangkap dari chart ini ?
Apa yang telah terjadi dengan pergerakan GU ini ? Kemana arahnya?
Apa yang sedang terjadi dengan pergerakannya saat ini ? Lagi ngapain sih nih GU ?

Sebagai seorang trader, hal pertama yang harus kita lakukan sebelum melakukan analisa adalah membuat sejumlah pertanyaan yang jawabannya kita butuhkan untuk menghasilkan sebuah keputusan yang berdasar. tentu saja pertanyaan yang berhubungan dengan kegiatan kita yah... yaitu trading. Jadi bukan pertanyaan tentang jodoh... qqqqqqqqqqqqq .... Kemana pertanyaan tersebut akan kita ajukan? Ke chart... ke grafik yang ada di layar monitor pc atau laptop kita... bukan ke siapa-siapa.. di chart di hadapan kita lah seluruh jawaban yang ingin kita tanyakan nanti terletak jawabannya.. hehehehehehe

Nah... sambil merenungkan ini dan tulisan sebelumnya.. Coba Anda susun sejumlah pertanyaan yang jawabannya atau informasinya nanti kita butuhkan untuk membuat analisa. Tulis sebanyak mungkin.... [saya harap Anda mau melakukannya saat ini... dan menuliskannya pada buku catatan Anda.. lalu nanti kita lihat di akhir bahasan ini apakah seluruh informasi yang kita butuhkan ada jawabannya atau tidak...]

Setelah mengamati chart... apa yang bisa kita tangkap dari pergerakan candles pada chart yang dibentuk oleh GBP/USD tersebut?
Amati bahwa pergerakan hanya membentuk tiga pola dasar yaitu pola NAIK, TURUN (Up dan Down) dan diantaranya atau FLAT lah..heheheheheh... semua juga tahu yah ? Tapi anehnya banyak yang lupa dengan tiga pola pergerakan ini... kok bisa yah? Bicara mengenai pola pergerakan ini... trader banyak juga yang mengelompokkannya lebih dari tiga pola... tetapi dalam thread ini kita hanya akan melihat dan membagi pola pergerakan harga dengan tiga pola dasar ini. UP, DOWN adan FLAT... tiga ini saja.

Pertanyaannya adalah bagaimana kita tahu harga sekarang sedang Naik, Turun atau Flat ? Coba amati bukankah ketika kita melihat chart di atas dan membuat kesimpulan naik, turun atau flat adalah karena kita membandingkan nilai price yang kita amati dengan nilai price sebelumnya... nah di sinilah yang menyebabkan banyak trader terlihat berbeda persepsi tentang trend.. ada yang bilang naik.. dan ada yang bilang turun di saat yang bersamaan... sebetulnya gak ada yang salah.. karena kesimpulan naik atau turun nya trend itu tergantung cara melihatnya... Contohnya begini... coba perhatikan gambar di bawah ini (masih chart GBP/USD yang tadi)....
Bagaimana kita mengetahui trend saat ini di titik C ?
Jika kita mengamati titik C ini dari titik B maka kita akan menyebutnya trend ini sedang turun... tetapi jika kita mengamatinya dari titik A maka kita menyebutnya trend masih naik... Jadi kita bisa lihat bahwa titik acuan yang kita gunakan bisa menghasilkan kesimpulan yang berbeda....
(OK.. resapi dulu.... pahami.... nanti kita lanjutkan)

Titik acuan ini sangat penting ... gambaran di atas tadi secara sederhana menggambarkan perbedaan informasi yang kita peroleh hanya dengan melihat sebuah titik dari tempat pengamatan yang berbeda. Titiknya sama tapi tempat pengamatannya berbeda maka hasilnya pun berbeda... Nah, kembali ke chart tadi.. titik A dan B adalah tempat pengamatan yang kita lakukan yang dibedakan atas waktu.... Jadi ketika kita mengamati titik C dari titik B, sebetulnya kita mengamati harga di titik C dan membandingkannya dengan harga di saat B terbentuk. Karena di chart kita hanya ada dua parameter yaitu Price dan Waktu maka kita sebenarnya mengamati perubahan harga berdasarkan perubahan waktu....

Titik acuan yang akan kita gunakan selanjutnya dalam analisa ini adalah Waktu... (demi waktu ..hmmmmmmmmmm) Dan ini berarti bahwa kita harus menstandardkannya.. yah jelas dong, yang namanya titik acuan harus standard dan tidak berubah, kalo enggak hasil pengamatannya juga berbeda dong... hehehehehehe dan Standard berarti harus bisa diterima secara umum dan memiliki alasan yang logis... gak sembarangan... (matematis banget...yah?). Singkatnya kita akan membagi waktu acuan ini secara umum dari tahunan, bulanan, mingguan, harian dan 8 jam. Penentuan waktu acuan ini nanti akan kita gunakan dalam penggunaan indicator-indicator yang kita gunakan dalam menganalisa.

Nah kembali ke chart GBP/USD tadi...
Kita kan sudah bicara di awal mengenai Simple Moving Average.. nah coba kita manfaatkan indicator SMA ini untuk melihat nilai rata-rata pergerakan harga GBP/USD selama 1 hari ke belakang. 1 hari, berarti kita menggunakan titik acuan satu hari untuk mengamati perubahan harga... nah karena Time Frame chart kita adalah H1 maka untuk melihat nilai SMA 1 hari maka kita akan menghitung rata-rata dari 24 candle di TF H1. Jika Anda menggunakan Matatrader, buka indicator Moving Average dan set period 24, MA Methode Simple dan Apply Price Weighted Closed (HLCC/4)... maka chart GBP/USD akan terlihat seperti gambar di bawah ini:


(nanti kita lanjut....) di Belajar Menganalisa Chart ala kang_gun 2

Monex