-->
Free backlink
<a href="http://www.mt5.com/id/">Portal Forex</a>
Showing posts with label Love Story. Show all posts
Showing posts with label Love Story. Show all posts

Saturday, March 24, 2012

Hanya Perlu 0,1% Setiap Hari

Jika kita ingin berhasil di dalam hidup, kita perlu belajar banyak dari Warren Buffet. Beliau dikenal sebagai orang terkaya di di seantero jagat. Di tahun 2008, Warren Buffet menjadi orang terkaya sejagat dengan kekayaan 62 miliar dollar AS. Di 2009, setelah mendonasikan miliaran dollar untuk kemanusiaan, Buffett masih termasuk orang terkaya di dunia setelah Bill Gates. Dan di tahun 2011, beliau menjadi orang terkaya ketiga di dunia. Dan menariknya di usia 20 tahun ia cuma punya 9.800 dollar di kantongnya. Baru pada tahun 1962 (yaitu di usia 32 tahun) ia menjadi jutawan dengan kekayaan sejumlah $1,025,000.  Bayangkan Buffet mulai di usia 20 tahun, tahun 1950 cuma dengan $9800 menjadi 62 miliar dollar di tahun 2008. Di sini saya tidak membahas bagaimana strategi investasi Buffet, tetapi membahas hal lain yang juga tidak kalah menarik, yaitu berapa besar imbal hasil yang dibutuhkan Buffet untuk menjadi manusia terkaya di dunia.

Dengan menggunakan rumus Future Value, kita dapat menghitung tingkat keuntungan yang diperoleh Buffet setiap tahunnya. Yaitu dengan menggunakan rumus:


Rumus ini bisa Anda temui di buku Analisis Fundamental Saham, karya Desmond Wira. dimana:

r = tingkat rata-rata keuntungan Buffet tiap tahun
FV = nilai kekayaan di masa depan (62 miliar dollar)
PV = nilai kekayaan di masa sekarang (9800 dollar)
n = jumlah tahun (2008-1950=58)

Maka didapatkan r = 0,3099

Jadi tingkat keuntungan Buffet setiap tahun rata-rata adalah 30,99%. Dengan demikian tingkat keuntungan rata-rata per bulan adalah 30,99 / 12 = 2,58 %. Berarti per hari Buffet memiliki tingkat keuntungan sebesar 0,1% dengan asumsi satu bulan kita hanya bekerja selama 25 hari. Tidak sampai 1% atau bahkan 2%.

HANYA 0,1% PER HARI

Seringkali kita sudah silau melihat Warren Buffet yang sudah menjadi orang terkaya di dunia dengan kekayaan 62 miliar dollar. Apakah kita bisa menjadi The Next Warren Buffet? Sepertinya susah sekali. Padahal kalau melihat faktanya mestinya bisa. Karena Buffet hanya membutuhkan 0,1% tingkat keuntungan per hari.

Saya percaya Anda bisa mendapatkan tingkat keuntungan lebih dari 0,1% per hari, terutama bagi para trader. Dengan mudahnya kita bisa mendapatkan 1%, bahkan bisa lebih. Dengan Analisis Teknikal atau Analisis Fundamental yang canggih dengan jurus jungkir balik Anda mungkin bisa mendapatkan lebih besar dari Buffet. Namun yang penting bukan cuma besarnya tapi juga konsistensi. Warren Buffett menghasilkan 62 miliar dollar dengan tingkat kentungan hanya 0,1% tapi setiap hari selama 58 tahun. Sehingga yang terpenting adalah bukan besarnya tingkat keuntungan yang menjadikan kita sukses, tapi lebih pada KONSISTENSI melakukannya.

Pertajam kemampuan trading Anda, lengkapi dengan manajemen uang dan risiko yang benar, kontrol emosi yang tepat, maka Anda akan bisa menjadi The Next Warren Buffet. Karena untuk menjadi The Next Warren Buffet ternyata hanya perlu 0,1% setiap hari.


written by
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com
Warren Buffet
1. PILIHLAH KESEDERHANAAN BUKAN KOMPLEKSITAS.

Banyak orang percaya bahwa berinvestasi di pasar modal itu rumit,misterius dan penuh resiko, sehingga hanya mereka yang berpengetahuan dan berpendidikan tinggilah yang mampu melakukannya. Seringkali mereka jadi tergantung pada rumus-rumus matematika rumit, program computer yang canggih, grafik dan analisa teknikal yang sulit. Warren Buffet telah menunjukkan bahwa semua hal itu hanyalah mitos.

Prinsipnya dalam memilih suatu saham amat sederhana, yaitu pilihlah saham dari perusahaan yang bisnisnya solid, mudah dipahami, telah bertahan lama dan terbukti menguntungkan. Ia tidak pernah berinvestasi pada bisnis yang tidak ia pahami. Misalnya perusahaan dotcom atau hitech, akan dihindarinya. Prinsipnya adalah cari perusahaan yang bagus fundamentalnya, dikelola oleh tim yang solid dan jujur, serta harga sahamnya dibawah harga seharusnya.

2. PUTUSKAN SENDIRI INVESTASI ANDA.

Warren yakin bahwa tiap orang bisa sukses berinvestasi tanpa bantuan pialang, pakar pasar modal dsb. Alasannya, investor atau pakar professional ingin menumbuhkan anggapan bahwa berinvestasi di pasar modal terlalu rumit bagi kebanyakan orang, karena ini berarti bagus bagi bisnis mereka.

Berapa banyak kita dengar bawa seseorang yang mempercayakan uang pensiun atau tabungannya yang menyusut banyak gara-gara dipercayakan kepada pialang atau manajer investasi yang bertransaksi sebanyak banyaknya pada saham yang salah untuk mengejar komisi ?

Untuk itu, hanya diperlukan sedikit pengetahuan akuntansi dan pasar keuangan untuk bisa menemukan saham yang dalam istilah Buffett " mencari selembar uang Dollar yang dijual seharga 40 sen ". Hal ini berarti tiap orang perlu fokus pada investasi nilai, tanpa harus tergantung pada orang lain. Mulailah dengan banyak membaca jurnal dan laporan keuangan dalam majalah atau surat kabar.

3. PERTAHANKAN TEMPERAMEN YANG TEPAT.

Apa yang akan Anda lakukan ketika perusahaan yang sahamnya Anda pegang sedang dalam masa yang buruk ? Akibat perubahan peraturan pemerintah misalnya. Coba lihat saham TLKM atau ISAT yang dapat mewakili situasi ini.

Dikoran-koran tertulis rekomendasi "jual" atau hindari dulu saham ini.

Reaksi dan respon Anda terhadap perkembangan- perkembangan ini memainkan peranan yang sangat besar dalam menentukan kesuksesan investasi Anda. Investor yang bijak akan tetap tenang dalam menghadapi peristiwa-peristiwa negative.

Om Buffett sama sekali tidak menjual sama Washington Post yang di miliki, ketika masa resesi Amerika tahun 1960, melewati masa perang, sampai akhirnya sekarang saham Wasington Post telah naik harga beribu-ribu persen dari harga semula.

Sarannya di sini adalah beli dan pertahankan saham –saham dari perusahaan yang hebat, dan pertahankanlah bertahun-tahun. Tutup mata telinga dari berita, rumor dan analisa negative tentang saham ini.

4. BERSABARLAH.

Berpikirlah untuk 10 tahun mendatang dan bukan untuk 10 menit ke depan. Saran Om Buffett, jika Anda tidak siap memegang suatu saham untuk satu decade, lebih baik jangan pernah membeli saham tersebut. Bayangkanlah seolah-olah Anda membeli saham, dan keesokan harinya bursa akan tutup selama lima tahun.

Perlu diingat bahwa beberapa pasar benar-benar bermusuhan dengan orang yang suka keluar masuk, dan cukup ramah terhadap mereka yang membeli dan mempertahankan. Hal ini dikarenakan keluar masuk, selain akan meningkatkan biaya transaksi seperti broker fee dan VAT, juga mereka seringkali kehilangan moment ketika harga saham naik secara besar-besaran, akibat "peluru" nya " "nyangkut" karena sudah keburu dibelikan saham lain dan nilainya makin lama makin kecil karena kebanyakan Cut Loss.

5. BELILAH BISNIS, BUKAN SAHAM.


Menurut Buffett, salah satu faktor penting dalam sukses berinvestasi adalah mengingatkan diri Anda bahwa Anda sedang membeli sebagian andil dari bisnis yang benar-benar ada. Lembaran saham itu sendiri sebenarnya tidak ada artinya. Sebab saham hanyalah representasi dari perusahaan.

Yang harus Anda pikirkan ketika terjun membeli saham sebuah perusahaan bukanlah grafik analisa teknikal, berita Bloomberg atau table dan grafik di Wall Street. Yang Anda harus pikirkan adalah "nilai" dan kinerja di balik sebuah bisnis.

Buffett selalu mempertimbangkan 4 hal sebelum memutuskan untuk membeli saham , yaitu :

1. Bisnis yang dia dapat mengerti

2. Perusahaan dengan prospek jangka panjang yang menguntungkan

3. Manajemen yang jujur dan kompeten

4. Harga ( saham ) nya sangat menarik

Dapat disimpulkan disini bahwa : Membeli saham adalah bagian dari bisnis. Karena itu jangan membeli saham karena pergerakan harganya, dan lakukan analisa fundamental sebelum membeli saham apapun.

6. CARILAH PERUSAHAAN YANG MENONJOL DIANTARA INDUSTRI

Warren selalu ingin mencari dan membeli bisnis yang langgeng, yang mendominasi pasarnya,sehingga lebih menjamin kesuksesannya, dimana produk tersebut ; diperlukan orang banyak, tidak membutuhkan modal yang berlebihan, tidak banyak barang pengganti yang sejenis dan tidak banyak terpengaruh oleh regulasi harga. Namun tentu saja semua itu dieksekusi sambil menunggu sampai harga saham perusahaan tersebut dianggap wajar.

Disarankan agar Anda membuat daftar saham-saham yang Anda incar, lalu lakukan monitoring harganya sesering mungkin, sampai harganya mencapai harga yang Anda anggap bagus dan wajar, lalu….hap..!! ! Sang serigalapun mendapat mangsa empuk.

7. BELI PERUSAHAAN BERTEKNOLOGI RENDAH, BUKAN BERTEKNOLOGI TINGGI.

Warren amat menjauhi saham-saham perusahaan berteknologi tinggi dan saham perusahaan internet, karena perubahan teknologi yang makin cepat membuat perusahaan sejenis ini mudah tertinggal zaman dan tertinggal pesaing yang mengakibatkan ambruknya bisnis.

Ia lebih memilih saham dari perusahaan bata, perusahaan cat, karpet dan perusahaan mebel yang memiliki bisnis yang mudah dimengerti dan arus kas yang mudah diprediksi.

Perusahaan semacam itu bisa bertahan sampai 100 tahun lagi, karena menghasilkan produk yang bisa dikatakan tidak mudah ketinggalan zaman. Kejatuhan banyak perusahaan dotcom seperti Etoys.com, Pets.com, RX.Com, World.com dsb memperkuat alibi Waren. Bagaimana menurut Anda dengan Microsoft , Yahoo dan Google?

Nasehat Buffett; Jangan tergoda dengan transaksi yang menawarkan kekayaan secara cepat, yang melibatkan perusahaan yang relative rumit ( mialnya perusahaan berteknologi tinggi ), perusahaan semacam ini sulit diprediksi dalam jangka panjang. Hindarilah bisnis dalam industri yang terus berubah, dan bernvestasilah pada bisnis-bisnis generasi " perekonomian lama". Dan terakhir, ingatlah bahwa perlu waktu puluhan tahun bagi perusahaan untuk menjadi besar.

8. KONSENTRASIKAN INVESTASI SAHAM ANDA.

Hampir semua ahli menyarankan untuk melakukan diversifikasi, yaitu memiliki banyak saham dari banyak perusahaan agar jika saham tertentu jatuh, tidak akan menghancurkan seluruh potofolio yang Anda miliki, namun Buffett berpendapat lain.

Jika Anda telah menemukan saham yang tepat, mengapa harus membeli sedikit ? Begitu katanya. Beli 5 sampai 10 saham yang bagus dengan harga yang bagus, dan belilah sebanyak Anda mampu. Disini ia memberi contoh ketika membeli $ 144 juta untuk saham Petro China- perusahaan minyak China. Tanpa diduga, sekarang sahamnya bernilai $ 1,2 milyar.

Menurutnya, seseorang cukup menginvestasikan seluruh hartanya pada 3 perusahaan yang baik ( dengan harga beli yang baik tentunya ),secara jangka panjang, maka bisa dipastikan ia bakal kaya raya. Ini juga diontohkan Buffett dengan memiliki 474.998 lembar saham satu perusahaan, Berhshire Hathaway yang dipegangnya selama puluhan tahun. Sekarang harga perlembar saham tadi adalah $138.000 PER LEMBAR .

Silahkan hitung sendiri berapa hartanya dari saham 1 perusahaan saja. Itulah kenapa waren Buffett sekarang menjadi orang terkaya no. 3 sejagat.

9. TERAPKAN KETIDAKAKTIFAN BUKAN HYPERAKTIVITAS.


Energi yang dikeluarkan bursa saham betul-betul luar biasa. Di IHSG, 3 – 7 triliun Rupiah berputar setiap hari.

Apalagi dalam keadaan extreme bullish atau bearish. Dimana suasana yang hangar binger ini amat menulari para pemain saham. Banyak dari lembaga keuangan dan reksadana yang betindak tanpa control, mengubah portofolio mereka setiap hari.

Jika para Manager Investasi yang notabene melek dunia saham dan paham berbagai analisa fundamental an teknikal saja bisa ikut tertular virus trading saham , apalagi kita yang awam ?

Buffett menyatakan, "ketidak aktifan adalah perilaku yang cerdas". Sebab, menurutnya, investor sejati dapat menghasilkan uang, walaupun ia sedang tidur.

Hal ini dibuktikannya dengan tetap memegang saham Coca Cola sejak tahun 1994, American Express sejak tahun 1998, dan Washingto Post sejak tahun 1973, TANPA DI-TRADINGKAN LAGI.

Benar-benar suatu pola yang tdak disukai para trader. Ia mempunyai alasan bahwa trading terlalu sering bisa merugikan akibat sulitnya mengontrol diri , juga timbulnya biaya-biaya trading yang tidak kita sadari, seperti fee beli, fee jual, pajak, dsb..dsb, yang ujung-ujungnya mengurangi keuntungan kita.

10. JANGAN MELIHAT TICKER

Saya pribadi selalu melakukan "sarapan " dengan memantau harga terakhir bursa –bursa regional, sebelum jam bursa mulai. Ketika jam perdagangan dimulai , tiap 5 – 10 menit, pasti mata melihat ke computer memantau pergerakan harga saham andalan saya.

Apakah hal ini juga dilakukan oleh Warren selaku investor kelas paus ? Jawabnya adalah TIDAK. Jadi bagaimana cara dia memantau pergerakan harga sahamnya? ia tidak pernah melakukannya.

Komputernya lebih banyak digunakan untuk main Bridge daripada memantau harga saham. Menurutnya, kita tidak perlu menggubris pergerakan harga saham untuk jangka pendek jika kita telah memilih perusahaan yang tepat. Jika kita telah memiliki saham dalam bisnis yang hebat, jangka pendek tidak terlalu penting.

Bagaiamana seandainya harga sahamnya yang tidak pernah dipantau, tiba-tiba terjun bebas akibat bursa crash diterjang badai resesi ? Gampang. Itulah saat yang tepat untuk nambah lagi porsi sahamnya, karena harganya jadi lebih murah.

Menurutnya, daripada waktu Anda dihabiskan memelototi pergerakan harga saham yang bikin jantung ber"aerobic ", lebih baik fokus memantau kinerja bisnis perusahaan tersebut, yang meliputi manajemen, arus kas, pendapatan dll.

Warren Buffett tidak pernah tahu berapa harga jual saham Berkshire Hathaway perusahaannya sekarang atau berapa harga jualnya besok. Ia hanya peduli pada harga jual satu decade kedepan yang akan menggambarkan nilai sejati perusahaannya.

11. LIHATLAH PENURUNAN HARGA SEBAGAI PELUANG MEMBELI.

Tahukah Anda bahwa keadaan resesi seperti sekarang ini di Amerika juga pernah terjadi di masa lalu, yaitu tahun 2004, dimana Dow Jones jatuh hamper 150 point.

Waktu itu laporan mengenai lapangan kerja, amat mengecewakan, harga minyak dunia terus membumbung, sehingga yang tejadi adalah, investor berlomba mengobral sahamnya.

Justru saat inilah Buffett melihat peluang untuk membeli saham-saham perusahaan bagus dengan harga murah. Ingat, walaupun fundamental saham tersebut bagus, namun energi bullish atau bearish itu sangat menular, sehingga tanpa mengerti keadaan sesungguhnya, tiap orang panic dan berlomba jualan saham.

Saham Wahington Post, Geico dan Wells Fargo Bank adalah contoh bagaimana si tua Buffet menyambar kesempatan itu. Pada tahun 1973, saham Washington Post turun hingga $6 per lembar, Buffet menambar kesempatan itu dengan membenamkan uang senilai $10,6 juta ( uang segini tahun 1973 bisa buat beli 1 propinsi kali ? ). Sekarang lebih dari 30 tahun kemudian, harganya telah menjadi $900 perlembar, belum lagi kalau ada stock split, maka jumlah saham si Buffett pasti berlipat ganda.

Ingat kata Buffett, "Takutlah ketika orang lain rakus, dan rakuslah ketika orang lain takut ".

12. JANGAN MEMUKUL SETIAP LEMPARAN BOLA YANG DATANG.

Menurut mereka yang mengklaim diri mereka ahli dalam pasar saham, untuk menjadi investor yang sukses, berarti membuat banyak keputusan dalam berinvestasi. Buffett tidak setuju dengan pendapat ini. Katanya, walaupun hanya satu kali dalam setahun,membuat keputusan investasi yan bagus itu sudah cukup.

Ia menganalogikan seperti bermain baseball, dimana untuk tiga kali kesempatan memukul bola, pukulah bola sekuat tenaga, jika memang momentum dan arahnya tepat, yang dalam istilahnya disebut sweet spot. Buffett hanya memandang setiap bola-bola yang terlempar, namun hanya memukul pada bola yang menuju sweet spot.

Sweet spot disini adalah bisnis yang hebat dengan masa depan yang juga hebat, dijalankan oleh manajemen yang kompeten, serta dijual dengan harga yang bagus.

Dan untuk mendapatkan sweet spot ini, buffet akan menunggu walaupun bertahun-tahun sebelum melakukan investasi.Ketika ada saham yang masuk kriterianya, ia akan mengayunkan pemukulnya, dan ia akan melakukannya dengan sekuat tenaga, ia investasikan banyak uang disini, dan hasilnya….Grand Slam !

Sekedar catatan, saya masih ingat pada tanggal 22 Januari 2008, dimana saham BUMI dijual obral dengan harga Rp. 4.200 per lembarnya, UNTR Rp. 10.850 perlembar, sekarang,dalam waktu 1 bulan, coba Anda cek harganya ? Tadi itulah Sweet Spot.

13. TETAPLAH BERADA PADA KOMPETENSI ANDA.


Ketika harus memilih untuk berinvestasi di bisnis apa, Warren Buffett dipandu oleh apa yang ia sebut ’Lingkaran Kompetensi’, dimana lingkaran kompetensinya hanya terdiri dari saham-saham industri, dimana ia merasa nyaman untuk terlibat.

Buffett tidak berinvestasi pada saham-saham high teknologi. Mengapa ? karena saham-saham tersebut berada diluar kompetensinya. Menurutnya , " Kembangkan sebuah wilayah keahlian, beroperasilah pada wilayah itu, dan jangan menyesali diri karena kehilangan pelang yang muncul di luar wilayah itu".

Sejak tahun 1982, Buffet mencantumkan sebuah daftar ’bisnis yang diinginkannya’, seperti :
1. Kapitalisasi pasar yang besar
2. Bisnis yang menunjukkan kemampuan yang konsisten dalam menghasilkan
3. pendapatan
4. Bisnis yang menghasilkan ROE yang baik, dengan Debt Equity Ratio yang rendah
5. Bisnis dengan manajemen yang kuat
6. Bisnis yang sederhana,bukan hitech
7. Harga saham yang bagus dan menarik

14. ABAIKAN RAMALAN PASAR SAHAM.

Kata om Buffett, ramalan jangka pedek mengenai harga sebuah saham atau obligasi tidaklah berguna. Ramalan itu justru lebih memberi Anda informasi mengenai peramalnya, dan bukan informasi masa depannya.

Buffett lebih suka focus pada kinerja bisnis, dan tidak terganggu oleh trend yang lebih besar yang dia yakini tidak mungkin diramalkan secara akurat.

Menurutnya, ramalan hanya mengaburkan penilaia seseorang. Mengapa? Sebagian Karena ramalan tersebut menciptakan ilusi ketepatan, karena kelihatannya didasarkan pada data.

Nasehat PENTING Bufett disini adalah :
1. Hilangkan keterlibatan ramalan apapun dalam keputusan investasi Anda
2. Alihkan waktu yang akan anda gunakan untuk mendengarkan ramalan dengan menganalisis track record bisnis.
3. Kembangkan strategi investasi yang tidak tegantung pada seluruh pergerakan pasar.
4. Semakin bergejolak suatu pasar saham, semakin besar kemungkinan orang memanfaatkan ramalan, tapi pada saat itu pulalah ramalan punya peluang paling kecil untuk tepat .

15. PAHAMILAH MR.MARKET & MARGIN OF SAFETY.

Mr. Market adalah sesuatu yang banyak berperan dan mendominasi dalam dunia saham. Ia merupakan masalah psikologis yang mempengaruhi harga yang dia tentukan.

Jika ia sedang happy, ia hanya melihat hal-hal bagus saja dalam sebuah bisnis dan menetapkan harga yang tinggi pada surat berharganya, sehingga ia merasa takut anda membeli sahamnya denga harga terlalu murah. Disini ia menahan-nahan saham nya dan berharap harga harganya terus naik.

Sebaliknya jika ia sedang sedih, ia tidak melihat apapun kecuali kesusahan dalam bisnisnya, dalam saat ini ia menetapkan harga yang murah atas sahamnya dan berharap anda membelinya. ( ini adalah makanan empuk para Bandar yang sedang menjatuhkan harga ).

Itulah Mr.Market, ia akan datang setiap hari bursa. Karena itu menurut Buffet Anda harus tahu situasi Mr.Market pada saat itu, dan jangan sekali-kali sampai berada dibawah pengaruhnya. Kemuramannya dapat menular kesemua orang dan kegembirannya dapat memabukkan. Inilah yang menyebabkan panic selling dan panic buying.

Setelah memahami Mr.Market, anda juga harus memasukkan margin of safety dalam kerangka berpikir anda. Margin of Safety adalah kondisi harga saham yang secara substansial lebih rendah dari nilai bisnisnya. Anda tidak ingin harga sahamnya teralu dekat dengan nilai bisnis sesungguhnya, harus cukup terdapat jarak antara keduanya, atau kita sebut margin yang besar .

Dalam isitilah Buffet, bagaimana kita mencari selembar uang Dollar seharga 40 sen di pasar saham. Situasi ini bukan tidak pernah terjadi lho? Ingat tgl 22 januari, dimana harga saham pada diobral.

Saat menilai margin of safety, gunakan konsep nilai intrinsic sebagai titik pangkal. Yaitu pengukuran dengan nilai-nilai yang benar-benar valid, untuk menentukan nilai riil dari sebuah harga saham.

16. TAKUTLAH SAAT ORANG LAIN TAMAK, DAN TAMAKLAH SAAT ORANG LAIN TAKUT

Kata-kata ini adalah petuah paling termasyhur dari Buffett. Ia sering memanfaatkan emosi yang mudah menular ini dengan bertindak berlawanan dengan sentiment yang sedang berkembang.

Dengan strategi ini, ia menghasilkan banyak uang ketika orang lain tidak sukses.

Pada awa 1970, terjadi peristiwa enurunan pasar yang terkenal. Orang ramai-ramai menjual sahamnya karena takut, indek Dow Jones terjun bebas dibawah 700, Buffett tentu saja bertindak lain. Ia melakukan investasi besar-besaran, dengan memborong saham-saham bagus dengan harga murah.

Namun kita juga tahu, bagaimana Buffet menjadi sangat penakut selama harga saham internet melonjak ketika orang-orang membelinya dengan tamak. Namun ia tidak kehilangan uang sepeserpun ketika akhirnya harga saham internet hancur yang menyebabkan kebangkrutan banyak orang.

Katanya, bersiaplah untuk betindak cepat ketika muncul peluang. Pada saat ini, ia menyamakan dirinya; sebagai pria hyperseks di rumah bordil ketika pada tahun 1971, indeks Dow Jones menembus batas terendah di 580.

17. BACA, BACA, BACA LAGI DAN BERPIKIRLAH.

Warren Buffet setiap hari kira-kira menghabisk an waktunya sekitar enam jam untuk membaca, satu dua jam untuk menelepon dan sisanya ia gunakan untuk berpikir. Ia membaca Financial Times, Wall Street Journal, New York Times, majalah Fortune dsbnya, yang dibaca untuk mendapatkan pengetahuan umum. Namun ia menitik beratkan pada beberapa perusahan yang terlintas dipikirannya. Dan ia akan mulai mencari info selengkap-lengkapny a tentang perusahaan tersebut dan industri yang terkait dengannya. Terutama , Laporan Keuangan. Ia selalu rutin membacanya.

Jika ia mengincar suatu perusahaan, maka ia juga akan membeli beberapa saham pesaing perusahan tersebut demi untuk mempelajari laporan keuangannya.

Dengan membaca, akan membekalinya dengan fakta dan gagasan yang menjadi bahan bakar pemikiran independennya dalam berinvestasi.

18. GUNAKAN SEGENAP TENAGA YANG ANDA MILIKI.


Seberapa besar tenaga "mesin" Anda? Dan seberapa efisien Anda menjalankan mesin tersebut?

Menurut Buffett, banyak diantara kita yang sebenarnya memiliki kemampuan 400 tenaga kuda, namun hanya mengeluarkan 100 tenaga kuda saja.

Dengan kata lain, banyak orang yang cerdas seringkali membiarkan diri mereka teralih perhatiannya dari tugas yang sedang mereka kerjakan dan bertindak dengan cara yang irrasional.

Sarannya; untuk menjadi manusia yang lebih baik, cobalah dimulai dengan menuliskan daftar kualitas dari orang yang Anda kagumi, lalu buat juga daftar kualitas dari orang yang sama sekali tidak anda kagumi. Lalu bandingkan keduanya, dan carilah pola tertentu didalamnya. Lalu mulailah meng-adopsi dan menerapkan kualitas-kualitas dari orang yang anda kagumi tadi, diimplementasikan dalam kehidupan anda. Dimana, hal ini apabila dilakukan terus menerus, akan dapat menjadi kebiasaan anda. Jika Anda melakukan hal ini terus menerus, perilaku Anda akan berubah.

Kembangkanlah kebiasaan positif, dan buanglah kebiasaan yang buruk.

Sumber: http://forexforum.page.tl/Sukses-Berinvestasi-ala-Buffet-by-Warren-Buffet.htm

Sunday, March 18, 2012

Rahasia Kekayaan Warren Buffet

Trading ibarat sebuah pertandingan tinju antara anda dengan market. Tidak beda jauh dengan petinju, anda butuh teknik dan mental yang kuat untuk “menang”. Setelah sebulan lebih kita mengasah trading system kita, kini tiba saatnya mengasah spirit anda. Saya harap artikel ini bisa menjadi “chicken soup for the soul” bagi anda.

Mengutip artikel dari San Francisco Chronicle, Kamis 1 April 2010. Terdapat 5 tokoh miliarder terkaya di dunia yang tetap memiliki sisi kesederhanaan yang erat dengan lifestyle mereka. Salah satu tokoh miliarder dan legenda investor terbaik dunia itu adalah Warren Buffet, seorang investor sukses, CEO dari perusahaan Berkshire Hathaway, sekaligus juga dermawan (philanthropist) terkenal.

Banyak orang mencoba mencari rahasia pola pikir dan tips jitu dari langkah investasi a’la Buffet dengan memborong dan mengikuti buku – bukunya yang laris manis di pasaran.  Namun, rahasia kekayaan Buffett sebenarnya, datang dari sikap dermawan dan lifestyle sederhana dalam pribadi hidupnya.

Sejak usia dini, Buffet telah menunjukkan kegemarannya dalam menghasilkan dan menabung uang. Dia pernah menjadi sales door to door, menjual permen karet, minuman soda, sampai majalah dan koran. Penghasilannya selalu ia tabung dan hanya digunakan untuk keperluan yang penting saja.

.

Warren Buffett yang sering disebut “Oracle from Omaha”, saat ini memiliki harta kekayaan bernilai sekitar US$47 miliar. Bersama istrinya, pria 79 tahun tersebut masih tinggal di rumah sederhana di Omaha, Nebraska, AS yang dibeli dengan harga US$31,500, lebih dari 50 tahun lalu dengan tetap tidak memakai pagar.

Buffet bepergian tanpa dikawal siapapun dan membawa sendiri mobil pribadi sederhana yang dipakai hingga rusak sebelum digantinya. Dia tidak berkeliling dunia memakai jet pribadi, meski ia memiliki salah satu perusahaan pesawat jet terbesar di dunia. Waktu istirahatnya dipakainya dengan menonton TV sambil makan pop corn.

Walau sering menikmati hidangan di restoran terbaik di berbagai belahan dunia, Buffett lebih memilih menu burger, kentang goreng dan Coca-Cola dingin. Saat ditanya mengapa dia tidak memiliki sebuah kapal pesiar, Buffett menjawab: “Kebanyakan mainan cuma menimbulkan rasa nyeri di leher“. Bahkan, ia tidak mempunyai komputer di meja kerjanya dan bepergian tanpa telepon genggam.

Anak – anaknya tidak akan mewarisi sebagian besar dari kekayaannya, Buffet ingin memberikan mereka secukupnya dan menghindari agar mereka jangan sampai merasa tidak harus melakukan apa – apa, karena terlalu nyaman dengan keadaannya sekarang.

Warren Buffet pernah berjanji, setelah meninggal ia akan memberikan 85 persen harta kekayaannya pada yayasan amal milik Bill Gates, Gates Foundation. Namun, ia bederma lebih cepat dari dugaan. Pada tahun 2006, Warren Buffett  mendonasikan 10 juta sahamnya di Berkshire senilai US$30,7 miliar kepada Gates Foundation. Jumlah sumbangan amal Buffett tercatat sebagai sumbangan terbesar dalam sejarah Amerika.

Sebuah makna yang kami tangkap disini, seberapa hebat pun kemampuan trading anda, seberapa sering pun anda profit, anda tidak akan pernah “berhasil” bila tidak ditunjang dengan kemampuan saving money yang baik.

Untuk menjadi kaya seperti Warren Buffet mungkin anda harus menyisihkan sebagian profit anda dan mengumpulkannya menjadi bagian dari modal trading anda. Mayoritas trader gagal karena mereka tidak mempunyai modal yang cukup untuk menanggung kesalahan yang mereka lakukan ketika trading. Modal ini akan membeli waktu dan waktu akan memberikan pengalaman trading yang anda perlukan dalam mengasah ilmu trading.

Seringkali orang berpikir “How to use money properly”, namun ternyata yang mereka lakukan adalah “How to spend money instantly”.

Sumber : http://www.futuresgalleriablog.com

Benjamin Graham

Benjamin Graham dikenal sebagai Father of Security Analysis, seorang ekonom kelas dunia, legenda investor dan juga guru besar keuangan di Universitas Columbia. Beliau telah memberikan warisan terbaik bagi para investor terbesar sepanjang sejarah, seperti: Warren Buffet, Mario Gabelli, Michael Price, John Bogle dan John Neff.
Warren Buffett pernah belajar di bawah naungan sang dosen, Benjamin Graham di Universitas Columbia. Buffet mencoba mendapatkan pekerjaan di perusahaan investasi sang mentor, namun ditolak. Buffett pun terus – menerus berusaha tanpa henti sampai akhirnya ia diterima.
Ini adalah awal mula Buffett diberikan tanggung jawab besar, dari situ ia tidak pernah berhenti untuk menyerap, sekaligus berterima kasih atas apa yang ia pelajari dari seorang Benjamin Graham. Menarik untuk diketahui bahwa; salah satu investasi Newman Graham GEICO milik Graham, merupakan awal dari akuisisi Berkshire Hathaway yang hingga saat ini masih menjadi roda investasi besar di Grup Buffett.
Perjalanan hidup Benjamin Graham menuju puncak sukses pasti penuh dengan lika-liku dan rintangan, layaknya investor sebagai manusia biasa. Ia pun harus melewati langkah sulit dan berjuang keras di era krisis ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat pada masa itu.

Biografi Benjamin Graham

Benjamin Graham terlahir di kota London tahun 1894, anak seorang importir. Keluarganya bermigrasi ke Amerika pada saat ia masih sangat muda dan membuka usaha pengimpor. Keadaannya berubah menjadi mimpi buruk ketika ayahnya meninggal dunia  tidak lama setelah pindah ke Amerika pada tahun 1907 selama krisis ekonomi pada saat itu.
Melewati masa krisis, Benjamin Graham tetap berhasil masuk kuliah di Columbia University. Ketika di bangku kuliah, ia adalah seorang bintang kelas yang mahir di berbagai bidang. Meskipun ditawarkan pekerjaan menjadi dosen setelah lulus, ia lebih memilih pekerjaan di Wall Street.
Dia tidak membutuhkan waktu lama, kecerdasan alaminya muncul ketika ia mulai melakukan financial research, market analysis dan menjadi partner dalam suatu perusahaan. Pendapatannya langsung melonjak naik menjadi lebih dari $500.000 setahun, jumlah yang signifikan besar untuk usia 25 tahun.
Pada tahun 1926, Benjamin Graham membentuk kerjasama investasi dengan Broker, Jerome Newman. Di saat yang bersamaan, ia juga mulai mengajar dengan menjadi dosen kelas malam dibidang keuangan, Universitas Columbia.
Krisis keuangan tahun 1929 hampir membuat Benjamin Graham bangkrut total, namun usahanya terselamatkan oleh bantuan dari penjualan sebagian besar aset-aset personal. Sang Istri pun terpaksa kembali bekerja sebagai guru dansa. Ben Graham dengan segera kembali berdiri, dari situ ia telah belajar pengalaman paling berharga. Sebuah rahasia yang akan dia wariskan kepada Investor di  dunia melalui buku – bukunya.
Pada tahun 1934, Benjamin Graham bersama dengan David Dodd (akademis Columbia), menerbitkan buku Security Analysis. Meskipun dalam masa krisis keuangan, buku itu tetap merekomendasikan: “sukses untuk berinvestasi dengan saham biasa adalah mungkin, selama prinsip-prinsip investasi yang sehat tetap diterapkan.”. Mereka telah memperkenalkan konsep intristic value / nilai fundamental untuk membeli saham dengan nilai tersebut.
Kerjasama merekapun berlanjut, namun kali ini lebih produktif dan tidak pernah lagi merugikan para investor mereka dengan nilai kesuskesan return tahunan sekitar 17%. Benjamin Graham berhasil menulis buku The Intelligent Investor pada tahun 1949, yang juga dianggap sebagai “Kitab Suci Investasi”. Beliau-pun akhirnya pensiun di tahun 1956 dan wafat tahun 1976.
Krisis ekonomi global yang terjadi beberapa tahun terakhir telah menjadi rintangan bagi kita semua pastinya dan diperlukan kerja keras, pengorbanan dan pantang menyerah untuk menggapai kesuksesan layaknya Benjamin Graham dan juga investor kelas dunia lainnya di masa krisis pada saat itu. Melalui Biografi singkat ini, diharapkan memberi Anda pengetahuan, pengalaman serta inspirasi yang berarti.
 
Sumber : http://www.futuresgalleriablog.com

Warren Buffet

Siapa yang tidak kenal Warren Buffet? Dia menjadi idola bagi para investor, bahkan para profesor ekonomi dari Universitas Harvard menyebutnya sebagai sebuah “mesin”. Buffet adalah suatu tipe mesin, yang melakukan pengolahan data, memakan semua informasi yang bisa didapat, berpikir keras dalam melakukan analisa yang akurat.
Kemampuannya dalam mengungguli market dengan keputusan-keputusan yang diambil berdasarkan data finansial, dan pemahamannya akan fundamental suatu bisnis membuatnya dijuluki “Peramal dari Omaha”.
Prinsipnya yang terkenal, “Buy when everyone else is selling, sell when everyone else is buying” memerlukan kepercayaan diri yang sangat tinggi. Lalu muncul sebuah pertanyaan, apakah Warren Buffet tidak pernah membuat kesalahan?

Buy when everyone else is selling, sell when everyone else is buying

Seorang “Peramal dari Omaha” pun juga pernah membuat kesalahan dalam keputusan tradingnya. Namun unik nya, para peneliti tingkah laku ekonomi mengatakan bahwa Buffet adalah suatu sosok yang sophisticate, seorang yang sangat sadar akan kekurangan dirinya sendiri dan membangun suatu “sistem” untuk mengatasinya. Dia juga bukan seorang investor yang naif, yang tidak sadar akan ketidak rasionalan nya sebagai manusia, dan tidak melakukan apapun untuk memperbaikinya.
warren buff funny
Dalam kesehariannya, Buffet dikenal sebagai sosok yang sederhana. Setiap paginya dia hanya sarapan sesendok Ovaltine. Buffet sangat takut apabila dia menderita kelebihan berat badan. Dengan pemikiran pragmatis nya yang kuat, dia memutuskan untuk mencegah kelebihan berat badannya dengan menciptakan “alat” untuk membangun komitmen.
Dia menulis sebuah chek berisi USD 10,000 untuk anaknya, dan mengatakan akan menandatanganinya jika dia mengalami kelebihan berat badan pada hari yang telah ditentukan. Namun anak-anak Buffet juga adalah anak-anak yang pintar. Dengan melihat kelemahan trik yang dibuat oleh ayahnya, anak-anaknya memutuskan untuk melakukan “sabotase” agar check tersebut ditandatangani. Satu loyang pizza, sekotak donat, dan snack yang renyah secara misterius muncul ketika Warren Buffet pulang ke rumah setiap harinya.
Pada akhirnya, sampailah pada tanggal yang telah ditentukan. Berat badan Warren Buffet tidak bertambah, dan check tersebut tidak pernah tertanda tangani. :D

Self-Control – Pengendalian Diri

Tips Trading dari keseharian Warren Buffet yang bisa kita ambil adalah Pengendalian Diri. Sebagai trader kita belajar, tekanan-tekanan yang terjadi di saat kita trading, terkadang akan membuat kita melakukan kesalahan-kesalahan. Warren Buffet telah memberikan kita teladan melalui kesehariannya, dengan membuat “benteng” pengendalian diri diharapkan kita tidak terpengaruh oleh faktor emosi dan tetap komitmen terhadap rencana trading kita.
Trader di Wall Street adalah layaknya bintang Hollywood.
Dengan hasil trading mereka di bidang saham, mata uang, komoditi dan derivatif produk, mereka secara rutin membawa pulang gaji dan bonus yang besar. Beberapa majalah trading di wall street sering menampilkan mereka sebagai sampul majalah beserta jet pribadi serta helikopter yang mereka miliki.
Kita mungkin tidak pernah tau apabila mereka menghabiskan $100,000 hanya untuk membeli dudukan toilet :D . Pada kenyataannya mereka telah “membuat” banyak uang, namun mereka juga membelanjakannya dalam jumlah banyak.
Ok, sudah cukup mengkhayalnya :D , kali ini kita membahas cerita seorang trader fenomenal dari Wall Street.

Jan Sramek – Goldman Sachs, 24 years old

Sramek terpilih sebagai Top Trader termuda dari 100 Top Trader di Wall Street. Dengan usianya yang masih muda, Sramek dikenal mempunyai temperamen yang cukup arogan. Dia membuat komentar di situs Twitter pribadinya sesaat setelah diwawancarai oleh 4 reporter CNN,
Saya baru saja berdebat ekonomi dengan 4 orang reporter CNN yang baru lulus kuliah. Mereka melihat saya seperti Gordon Gekko.
Gordon Gekko adalah seorang tokoh utama antagonis (diperankan oleh Michael Douglas) di dalam film “Wall Street” yang mempergunakan kekuatan uangnya dalam mengendalikan market. Mhhmm…. jadi teringat George Soros :D
Namun meski pribadinya yang dikenal arogan dan ambisius, Sramek dikenal sebagai individual yang sangat jenius. Dia memecahkan rekor dunia sebagai siswa yang mendapatkan nilai A di 10 bidang mata pelajaran, dan sekarang masih berstatus sebagai siswa di London School of Economic.
Perjalanan karirnya sebagai trader dimulai ketika berusia 13 tahun. Setelah kuliah dia pengalaman tradingnya semakin menanjak dan dia mengumpulkan banyak uang dari hasil trading.
Pengalaman tradingnya tidak main-main, Sramek sempat menjadi analis market di investment bank seperti AKO Capital, Marshall Wace, Barclays Capital, Deutsche.
Sampai akhirnya Sramek menginjakkan kakinya di belantara Wall Street bersama Goldman Sachs, dan disinilah karirnya menanjak pesat. Bersama rekan satu tim nya di divisi Emerging Market Trading Desk Goldman Sachs, dia meraih hasil yang sungguh mencengangkan dunia.
story of trader jan sramek
Di quarter pertama 2010, divisi Sramek membuat rekor trading 35 hari tidak pernah loss dan menghasilkan lebih dari 100 juta dollar Amerika untuk kas Goldman Sachs.

Wawancara dengan Jan Sramek

Apa yang memotivasi kamu?
Saya berkompetisi dengan diri saya sendiri. Bekerja dengan orang yang bisa membuat saya terkejut dan belajar darinya.
Apa target kamu di masa depan? Apa yang akan kamu lakukan di masa 15 tahun yang akan datang?
Idealnya saya bekerja di bidang finansial, namun disatu sisi saya juga suka menjadi entrepreneur. Market itu seperti puzzle yang fantastik dan terus berubah setiap anda menambahkan satu demi satu bagian puzzle. Saya sangat menyukai tantangan intelektual seperti ini.
Apa tujuan hidup yang ingin anda capai?
Saya ingin menjadi orang yang membuat sesuatu perubahan yang besar, dan saya butuh posisi yang kuat untuk ini. Sekolahan mendidik kita sesuai buku teks, mereka jarang melahirkan seorang individu yang berpikir secara independen.
Jika kamu menjadi CEO di suatu perusahan di dunia? perusahaan mana yang kamu inginkan? dan kenapa?
Saya tidak ingin itu. Saya mungkin tertarik untuk menjadi seorang hedge fund, namun hanya untuk belajar bagaimana mengelola. Saya tidak melihat posisi CEO sebagai sesuatu yang menarik.
Apa kamu punya buku atau blog favorit?
Saya subscribe (berlangganan artikel melalui email) di 168 situs dan blog. Jadi saya punya beberapa blog favorit yang semuanya mengenai entrepeneurship dan financial markets.
Dalam kalimat terakhirnya, Sramek meninggalkan pesan bagi semua trader,
See everything in terms of risk-reward, almost like a trade. Determine your entry, exit and stop loss. Know when to get out.
Sebagai Top Trader termuda, Sramek menekankan bahwa risk-reward menjadi komponen penting dalam kesuksesan tradingnya. Sesuatu hal yang sebenarnya sangat basic, mudah untuk diucapkan namun susah untuk dilakukan ketika emosi dan keserakahan mengambil alih akal sehat kita.

Stanley Druckenmiller

Ketika George Soros merekrutnya untuk menjadi partner, Soros mengatakan “Aku kira aku telah menemukan kembaran diriku sendiri”,
Yang Soros maksudkan adalah Stanley Druckenmiller. Druckenmiller diyakini mempunyai kesamaan visi dan keterampilan skill yang setara dengan Soros.
stanley druckenmiller futures galleria
Salah satu momen spektakuler yang diraihnya adalah ketika Druckenmiller bersama Soros “menghancurkan” Bank of England. Mereka membuat bangkrut Bank of England dengan melakukan aksi jual besar-besaran senilai $10 billion terhadap mata uang poundsterling dimasa krisis ekonomi yang terjadi di Inggris pada tahun 1992. Soros dan Druckenmiller diyakini meraih profit lebih dari $1 billion pada saat itu. Dan jika anda masih ingat, Soros jugalah yang menekan mata uang negara-negara ASEAN di masa krisis moneter tahun 1996.
Ketika Soros sibuk melakukan pertemuan bisnis di seluruh belahan dunia, dialah bertindak sebagai tangan kanan Soros. Dari balik layar, Druckenmiller menentukan strategi investasi dari Quantum Group, group investasi kapital yang didirikan oleh Soros.
Stanley Druckenmiller dikenal mempunyai visi yang hebat ketika memandang market secara makro.
“Dari semua orang yang ada di dunia ini, dia adalah yang terbaik di level makro dan mikro”
ujar Julian Robertson yang menjalankan Tiger Management funds dan dikenal sebagai pesaing berat Druckenmiller.
Masa kecil Druckenmiller dilalui dengan berpindah-pindah tempat tinggal. Druckenmiller juga dia dikenal sebagai anak yang sangat pintar. Namun, Druckenmiller sempat tidak puas dengan pelajaran yang didapatnya di bangku kuliah. Dalam salah satu wawancara dia mengatakan,
“Saya sempat mendaftar ke University of Michigan untuk mempelajari ilmu ekonomi. Namun, saya mendapati bahwa yang diajarkan disana sangat berbau teoritis sekali, dan sedikit sekali yang bisa di aplikasikan ke kehidupan sebenarnya. Saya kecewa dengan hal ini dan memutuskan untuk keluar pada semester kedua.
Setelah keluar, saya bekerja sebagai management trainee di Pittsburgh National bank. Saya berpikir hal ini akan membantu saya untuk mendapatkan pengalaman yang nyata dan membuat saya lebih fokus.”
Kata – kata diatas seakan – akan menambah deretan orang-orang sukses seperti Bill Gates dan Bob Sadino yang sama-sama tidak meyakini bahwa apa yang dipelajari di bangku sekolah tidaklah cukup berharga untuk digunakan di kehidupan yang nyata.
Total kekayaan Druckenmiller ditaksir sekitar $3.5 billion , dan dia tercatat sebagai orang Amerika yang paling banyak menyumbangkan kekayaannya untuk kegiatan amal. Dia telah menyumbangkan lebih dari $705 million untuk organisasi-organisasi yang mendukung riset medis, pendidikan dan anti kemiskinan.
Sayangnya pada tanggal 18 Agustus 2010, Druckenmiller mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia trading. Berita pengunduran dirinya ini sempat disayangkan oleh beberapa kalangan trader Wall Street, karena Druckenmiller dikenal sebagai trader yang mampu menguasai semua instrumen investasi meliputi trading saham , options, foreign currency (forex) , bonds dan index (stock index).
Dalam surat pengunduran dirinya, Druckenmiller menyatakan bahwa dia sudah mencapai semua apa yang bisa didapat dari dunia trading, dan dia ingin pensiun muda untuk menikmati hasil jerih payahnya.
Semoga artikel ini bisa menjadi motivasi bagi kita semua dan sesuai dengan moto trading for living


Sumber : http://www.futuresgalleriablog.com
Pada tahun 2003, suatu broker di London mencatat bahwa salah satu customer nya telah membukukan volume trading yang paling tinggi selama 8 tahun berturut-turut. Adalah Paul Rotter seorang trader sukses dengan jumlah lot trading rata-rata sebesar 3 juta setiap bulan dan berhasil membukukan 65 – 78 juta dollar setiap tahunnya.

paul rotter

Tidak dapat dibantah, Paul Rotter adalah salah satu seorang scalping trader sukses di muka bumi ini. Sukses trading Paul Rotter dimulai ketika ia bersama Kinski (salah satu teman dekatnya) membuka Greenhouse, suatu firma finansial. Dari modal awal sebesar $526,000, dalam tiga bulan kemudian Greenhouse telah membukukan profit $6,5 juta.

“Paul terkadang bertindak kontroversial, beberapa trader di firma kami tidak menyukainya karena dia selalu mengganti-ganti posisinya secara cepat”, kata Kinski.

Karakter Paul ini cocok sekali dengan yang dikatakannya dalam salah satu wawancara.
Semua trader dapat mencoba untuk menapaki kesuksesan Paul Rotter, dan berikut adalah wawancara lengkap Paul Rotter dengan salah satu majalah trader :

Q :Moment apa yang membawa kamu untuk terjun di dunia trading?
A : Aku memulainya dengan mengikuti suatu kontes trading, ketika itu aku masih duduk di bangku sekolah.

Q : Bagaimana anda bisa menjadi profesional?
A : Waktu itu aku bekerja di salah satu bank Jepang, dan aku bertemu dengan salah seorang chieftrader di bank tersebut. Dia berhasil membukukan profit yang konstan dan aku banyak berdiskusi dengannya mengenai psikologi market.
Q : Selama karir profesional kamu, apa kamu terus menjadi seorang scalper atau pernah mencoba strategi lain?
A : Aku selalu menjadi seorang scalper, namun aku mengatur frekuensi trading aku sesuai volatilitas yang terjadi di market.
Q : Berapa jam sehari kamu menghabiskan waktu di depan komputer ketika trading?
A : Biasanya sekitar 5 jam, namun ketika terjadi event-event market yang besar maka bisa sampai 11 jam.
Q : Berapa timeframe chart yang kamu gunakan?
A : Aku biasanya menggunakan timeframe antara 5 s/d 30 menit. Menggunakan trendline dan indikator Commodity Channel Index (CCI) untuk mengamati volatilitas yang terjadi di market.
Q : Berapa lama biasanya kamu membuka posisi trading?
A : Aku biasanya membuka posisi secara bergantian dalam hitungan menit, paling lama dalam hitungan jam.
Q : Apa yang kamu lakukan bila harga bergerak berlawanan dengan open posisi trading kamu? apa kamu menggunakan stop-loss?
A : Aku akan segera mencari penyebabnya dan menutup posisi bila market bergerak berlawanan denganku.
Q : Kenapa kamu tidak mempunyai problem dalam menutup open posisi mu bahkan dengan cara mengambil posisi yang berlawanan ? Bukankah seharusnya seorang trader harus berpegang teguh kepada opininya?
A : Tidak, anda salah. Seorang analis atau seorang mahaguru trading lah yang harus berpegang teguh kepada opininya. Seorang trader seharusnya tidak mempunyai opini, semakin kuat opini yang dipunyai, maka akan semakin susah pula dia keluar dari loss posisi.
Q : Dengan gaya scalping trading yang kamu lakukan, Risk Management seperti apakah yang kamu terapkan?
A : Aku membuat target harian baik untuk profit atau loss. Yang sangat penting adalah berapa maksimum loss yang bisa aku tahan.
Q : Bagaimana kamu mengatasi faktor emosi dan pikiran-pikiran yang mengganggu ketika trading?
A : Ketika itu semua menjadi makin buruk, aku pergi ke kamar mandi dan menyiram tubuhku dengan air dingin atau meloncat ke kolam renang yang dingin … hahaha
Q : Apa yang kamu lakukan ketika beristirahat sejenak dari trading?
A : Aku biasa berolah raga dan biasanya pergi ke suatu tempat untuk bertamasya.
Q : Apa yang kamu siapkan sebelum trading sehari-harinya? Apa kamu mempunyai suatu rutinitas tertentu?
A : Sebelum market open, aku membaca semua report ekonomi yang akan keluar, pidato dari para petinggi Bank Sentral bila ada, lalu aku mencoba membuat level-level harga penting di market yang akan ku tradingkan. Aku membuat suatu analisa sendiri dan membaca komentar-komentar analis di media untuk mendapatkan gambaran market dan level-level penting di dalamnya.

Jika style tradingnya tidak sensasional, maka kita tidak akan pernah mendengar sepak terjangnya Paul Rotter, sang legenda scalping trader. Keberhasilannya dalam menerapkan style scalping trading membuktikan bahwa seorang individual trader bisa berkembang menjadi seorang trader besar yang tidak kalah dengan seorang fund manager sekelas George Soros.


Sumber : http://www.futuresgalleriablog.com

Bruce Kovner

Gedung pertunjukan opera di New York dipadati oleh para tamu undangan khusus. Suara penyanyi opera terdengar mengalun dibelakang pintu masuk gedung opera terbesar di New York itu. 2 orang penjaga dengan setelan jas mahal sibuk memeriksa daftar nama tamu undangan dan mempersilakannya untuk masuk.
Satu persatu para tamu memasuki pintu tersebut sampai datanglah seorang figur tinggi besar. Dia mempunyai tulang dagu yang kokoh dan mempunyai rambut berwarna putih keperakan. Tidak ada yang mencolok pada dirinya selain matanya yang teduh dan alisnya yang hitam tebal. Namanya tidak tercantum di daftar tamu yang diundang.
K-O-V-N-E-R“, dia mengeja namanya pelan-pelan.
Penjaga itu memeriksa buku tamu dan menggelengkan kepala. Dengan tersenyum dia mengucapkan terimakasih dan membalikkan badannya untuk berjalan pulang bersama temannya.
Jika tidak ada orang yang mengenal Bruce Kovner, itu karena memang dia menyukainya seperti itu. Meski dengan sifat yang tidak menyukai publisitas, Bruce Kovner adalah salah satu orang berpengaruh di Amerika dan dikenal dekat dengan presiden Amerika George Bush. Kovner juga berada di posisi 106 dalam daftar orang terkaya di Amerika versi majalah Forbes.
Wall street menjulukinya “Hedge Fund King” karena memiliki kemampuan sekelas George Soros dan ketenangan seperti Warren Buffet. Semangatnya dalam hal trading dan kepintarannya diakui oleh beberapa top hedge fund di Wall Street. Pria yang pernah menjadi supir taxi di New York ini membeli sebuah kapal tanker Oil dalam usahanya belajar memahami mekanisme komoditas Oil trading. Dengan asset sebesar $14 billion di Caxton Associates yang dibangunnya, Bruce Kovner mungkin adalah hedge fund terbesar di bidang forex dan komoditas Oil.
Kovner dikenal sebagai global trader. Ladang “bermainnya” adalah kelas dunia. Dia memahami ekonomi dan politik secara makro. Dia dapat merasakan apa yang menteri keuangan Perancis atau Inggris lakukan untuk melindungi mata uangnya. “Saya seperti bermain puzzle dengan mereka, dan itu sangat menyenangkan buat saya“, seperti yang dikatakannya dalam satu wawancara.
Kepintaran Kovner dalam hal trading dipengaruhi oleh sang guru, Michael Marcus, seorang legenda trader yang kesuksesannya harus dibayar mahal. Marcus harus rela mendapati sang istri meninggalkannya karena Marcus lebih mencintai trading dibandingkan istrinya.
Kovner_2
Walaupun sifat Kovner yang tidak menyukai publisitas, tapi ada suatu majalah trader yang berhasil melakukan wawancara yang terhitung langka bersama Bruce Kovner.
Anda dikenal sebagai salah seorang trader paling sukses di dunia. Apa yang membuat anda berbeda dengan trader yang lain?
Saya tidak yakin kenapa ada trader yang mampu melakukannya dan ada yang tidak. Namun bagi saya, anda harus memahami apa yang anda tradingkan dan ini butuh proses belajar yang lama. Yang kedua adalah tetap rasional dan disipilin dalam trading.
Apa anda menemukan suatu kecenderungan sifat tertentu yang membedakan antara mereka yang sukses dan tidak sukses?
Mereka kuat dan bisa berpikir yang orang lain tidak pikirkan. Mereka mampu mengambil posisi yang orang lain tidak berani ambil. Mereka sangat disiplin dalam mengambil jumlah posisi. Seorang trader yang serakah pasti akan hancur. Saya mengenal seorang trader di Wall Street yang sangat brilliant dan mempunyai analisa yang jitu. Saya akui dia lebih pintar dari saya, namun pada akhirnya sayalah yang menghasilkan profit sementara dia tidak.
Katakanlah anda membuat suatu posisi trading, dan harga bergerak berlawanan dengan posisi anda. Bagaimana anda tau kapan harus keluar? Bagaimana anda membedakan bahwa itu adalah salah posisi atau cuma sekedar koreksi?
Kapanpun saya membuat suatu posisi, saya selalu mempunyai titik stop loss. Itulah satu-satunya cara agar saya bisa tidur dengan tenang … hahaha. Saya biasanya membuat titik stop loss berdasarkan support dan resistance.
Apa pendapat anda mengenai analisa teknikal?
Saat ini saya melihat ada trend dimana para teknikalis mengklaim bisa memprediksikan masa depan. Saya bilang, teknikal analisis hanya mampu melihat ke masa lalu, dan tidak bisa memprediksi masa depan. Saya rasa anda bisa membuktikan sendiri perkataan saya ini. Teknikal analisis bagi saya seperti sebuah termometer. Seorang fundamentalis yang tidak mau melihat chart adalah seperti seorang dokter yang tidak mau melihat temperatur tubuh pasiennya. Jika anda adalah seorang trader, anda bertanggung jawab untuk mengerti di level mana market berada saat ini. Teknikal analisis memberikan suatu info kumpulan perilaku orang-orang yang terlibat di dalam market dan bagaimana mereka bersikap.
Lalu bagaimana mengenai analisa fundamental?
Salah satu pekerjaan rumah bagi seorang trader adalah kemampuan untuk membuat beberapa alternatif skenario berkaitan kondisi market saat ini. Untuk bisa melakukan ini, anda harus mempunyai pemahaman mengenai ekonomi makro. Saya melihat market secara global dan membayangkan beberapa skenario yang akan terjadi setelahnya. Ketika salah satu skenario itu terjadi, barulah saya bergerak.
Dari cara anda menjawab, anda seolah-olah membuat trading adalah suatu tempat bermain daripada suatu pekerjaan. Apa anda benar melihatnya seperti itu?
Ya, saya merasa ini bukanlah pekerjaan, kecuali ketika saya loss … hahaha. Bagi saya, market adalah seperti papan catur yang sangat besar. Anda harus menggunakan logika otak anda untuk memenangkannya. Sebagai contoh, saya mencoba membayangkan apa yang menteri keuangan Inggris hadapi, bagaimana dia akan menyelamatkan mata uangnya dari masalah. Orang lain mungkin berpikir bahwa saya gila, namun bagi saya tidak. Saya melihat seseorang yang menjalankan sebuah negara dan mempunyai beberapa masalah. Dia harus menyeimbangkan mata uangnya dengan negara lain dan dilain sisi harus tetap memperhatikan kondisi industri di negerinya. Tentu saja hal ini bisa membuatnya gila. Saya mencoba bermain puzzle dengannya, mencoba membayangkan apa yang dipikirkannya, skenario apa yang akan dia ambil dan implikasi apa yang akan terjadi dari beberapa skenario tersebut setelahnya. Bagi saya itu sangat-sangat menyenangkan!
Nasehat apa yang akan anda berikan kepada rekan trader yang masih pemula?
Dari pengalaman saya bersama para trader pemula, mereka cenderung trading secara berlebihan tanpa melihat modal yang dipunyai. Hal ini membuat satu kesalahan kecil bisa menghapus modal mereka karena resiko yang ditanggung sangatlah besar. Mungkin saja mereka terbawa emosi, namun bila mereka ingin mengincar profit yang lebih besar, mereka harus mempunyai modal yang besar pula.
Disamping trading yang berlebihan, kesalahan apa yang biasa dilakukan oleh trader pemula?
Mereka melihat market sebagai bawahan mereka. Ketika mereka membuat posisi, mereka berharap market akan mematuhi mereka. Jangan lupa, ketika seorang trader sudah mulai berharap, mereka sama saja menggali lubang kubur mereka sendiri.
Intisari
Michael Marcus, sang guru dari Bruce Kovner berkata,
Kualitas terpenting dari seorang trader adalah kekuatan dirinya untuk mengakui bahwa dirinya salah. Seorang trader tidak boleh jatuh cinta kepada analisa yang dibikinnya sendiri secara berlebihan dan itu yang saya lihat di dalam diri Kovner. Ketika trader terlalu yakin dengan analisa yang dibuatnya, maka semakin susah dia keluar dari posisi tradingnya yang salah
Seorang trader yang sukses pasti pernah membuat beberapa kesalahan. Namun, kemampuan mereka untuk mengakui kesalahan adalah yang membedakan mereka bisa menjadi seorang winner atau loser.


Sumber : http://www.futuresgalleriablog.com

Kesalahan Michael Marcus

Sebuah kisah pengalaman trader terkadang sukar untuk dipahami, bahwa seorang trader hebat memberikan pengorbanan lebih dari yang kebanyakan orang kira sebelumnya. Pengorbanan trader tidak selalu berkonotasi negatif namun dapat pula positif, tergantung dari pemikiran / penilaian seseorang dalam menanggapinya.

Baru-baru ini, saya mengunjungi salah satu forum trading internasional dan menemukan pembahasan mengenai “The fate of trader” (nasib seorang trader). Thread tersebut  ingin mengingatkan para trader untuk menyadari hal – hal penting dalam hidupnya. Disajikanlah beberapa kasus yang menyentuh, dengan harapan agar trader lain tidak menyesal di kemudian hari. Tanggapan pun mengalir, kisah – kisah mereka menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi trader dalam penyeimbang hidupnya (trading – non trading).


Salah satu kisah menarik itu mengangkat nama Michael Marcus, seorang legenda trader komoditi lulusan psikologi, Universitas Clark’69, AS. Memulai karir tradingnya di tahun 1972, ia mengorbankan uang tabungannya  berjumlah 700 US dollar untuk sebuah kontrak futures dan berkembang menjadi 64 ribu US dollar dalam waktu satu tahun.

Reputasi terbaik Marcus dikenal karena telah berhasil melipatgandakan 30 ribu US dollar menjadi 80 juta US dollar dalam waktu kurang dari 20 tahun. Ia juga telah memiliki 10 rumah mewah nan indah di berbagai belahan dunia, yang mungkin saja tidak pernah ditidurinya.

Memang indah benar melihat ladang yang telah digarap Marcus. Namun, pada kenyataannya ia harus siaga setiap 2 jam sekali untuk mengamati keadaan pasar yang selalu berubah. Kesibukan yang luar biasa tersebut, mengakibatkan kisah tragis dalam rumah tangganya.  Dalam buku berjudul  “The Predictors”, yang dikarang oleh Thomas Bass, terdapat catatan: “His wife left him, but Marcus was too busy to notice.“. Ya benar, istrinya meninggalkannya, karena dia lebih memperhatikan trading dibandingkan orang yang dia cintai.

Sebuah pesan moral yang terangkat adalah, “if you love something, keep trying.  However, don’t expect it to be easy”. Tidak mudah memang, namun pantaskah untuk diperjuangkan?? Saya pribadi tidak menyarankan Anda untuk melakukan pengorbanan di luar batas demi meraih sukses dalam trading. Namun, ingin mengingatkan Anda (sebagai trader) agar menyadari pentingnya keseimbangan kehidupan dalam bertrading dan non trading (prioritas).

Terkadang, banyak hal penting yang terlupakan dalam proses pencapaian kesuksesannya. Alangkah baiknya kita memiliki batasan tertentu dalam pencapaian itu dan mulai memperbaikinya secara konsisten, baik itu berhubungan dengan trading ataupun di kehidupan sehari-hari.
Bagaimana dengan kisah pencapaian Anda?. Pengorbanan unik apa yang pernah Anda lewati selama trading? Berbagilah pengalaman Anda bersama kami dan trader lainnya, agar dapat bermanfaat di masa mendatang.


Sumber : http://www.futuresgalleriablog.com

Monex