-->
Free backlink
<a href="http://www.mt5.com/id/">Portal Forex</a>

Saturday, March 24, 2012

Warren Buffet
1. PILIHLAH KESEDERHANAAN BUKAN KOMPLEKSITAS.

Banyak orang percaya bahwa berinvestasi di pasar modal itu rumit,misterius dan penuh resiko, sehingga hanya mereka yang berpengetahuan dan berpendidikan tinggilah yang mampu melakukannya. Seringkali mereka jadi tergantung pada rumus-rumus matematika rumit, program computer yang canggih, grafik dan analisa teknikal yang sulit. Warren Buffet telah menunjukkan bahwa semua hal itu hanyalah mitos.

Prinsipnya dalam memilih suatu saham amat sederhana, yaitu pilihlah saham dari perusahaan yang bisnisnya solid, mudah dipahami, telah bertahan lama dan terbukti menguntungkan. Ia tidak pernah berinvestasi pada bisnis yang tidak ia pahami. Misalnya perusahaan dotcom atau hitech, akan dihindarinya. Prinsipnya adalah cari perusahaan yang bagus fundamentalnya, dikelola oleh tim yang solid dan jujur, serta harga sahamnya dibawah harga seharusnya.

2. PUTUSKAN SENDIRI INVESTASI ANDA.

Warren yakin bahwa tiap orang bisa sukses berinvestasi tanpa bantuan pialang, pakar pasar modal dsb. Alasannya, investor atau pakar professional ingin menumbuhkan anggapan bahwa berinvestasi di pasar modal terlalu rumit bagi kebanyakan orang, karena ini berarti bagus bagi bisnis mereka.

Berapa banyak kita dengar bawa seseorang yang mempercayakan uang pensiun atau tabungannya yang menyusut banyak gara-gara dipercayakan kepada pialang atau manajer investasi yang bertransaksi sebanyak banyaknya pada saham yang salah untuk mengejar komisi ?

Untuk itu, hanya diperlukan sedikit pengetahuan akuntansi dan pasar keuangan untuk bisa menemukan saham yang dalam istilah Buffett " mencari selembar uang Dollar yang dijual seharga 40 sen ". Hal ini berarti tiap orang perlu fokus pada investasi nilai, tanpa harus tergantung pada orang lain. Mulailah dengan banyak membaca jurnal dan laporan keuangan dalam majalah atau surat kabar.

3. PERTAHANKAN TEMPERAMEN YANG TEPAT.

Apa yang akan Anda lakukan ketika perusahaan yang sahamnya Anda pegang sedang dalam masa yang buruk ? Akibat perubahan peraturan pemerintah misalnya. Coba lihat saham TLKM atau ISAT yang dapat mewakili situasi ini.

Dikoran-koran tertulis rekomendasi "jual" atau hindari dulu saham ini.

Reaksi dan respon Anda terhadap perkembangan- perkembangan ini memainkan peranan yang sangat besar dalam menentukan kesuksesan investasi Anda. Investor yang bijak akan tetap tenang dalam menghadapi peristiwa-peristiwa negative.

Om Buffett sama sekali tidak menjual sama Washington Post yang di miliki, ketika masa resesi Amerika tahun 1960, melewati masa perang, sampai akhirnya sekarang saham Wasington Post telah naik harga beribu-ribu persen dari harga semula.

Sarannya di sini adalah beli dan pertahankan saham –saham dari perusahaan yang hebat, dan pertahankanlah bertahun-tahun. Tutup mata telinga dari berita, rumor dan analisa negative tentang saham ini.

4. BERSABARLAH.

Berpikirlah untuk 10 tahun mendatang dan bukan untuk 10 menit ke depan. Saran Om Buffett, jika Anda tidak siap memegang suatu saham untuk satu decade, lebih baik jangan pernah membeli saham tersebut. Bayangkanlah seolah-olah Anda membeli saham, dan keesokan harinya bursa akan tutup selama lima tahun.

Perlu diingat bahwa beberapa pasar benar-benar bermusuhan dengan orang yang suka keluar masuk, dan cukup ramah terhadap mereka yang membeli dan mempertahankan. Hal ini dikarenakan keluar masuk, selain akan meningkatkan biaya transaksi seperti broker fee dan VAT, juga mereka seringkali kehilangan moment ketika harga saham naik secara besar-besaran, akibat "peluru" nya " "nyangkut" karena sudah keburu dibelikan saham lain dan nilainya makin lama makin kecil karena kebanyakan Cut Loss.

5. BELILAH BISNIS, BUKAN SAHAM.


Menurut Buffett, salah satu faktor penting dalam sukses berinvestasi adalah mengingatkan diri Anda bahwa Anda sedang membeli sebagian andil dari bisnis yang benar-benar ada. Lembaran saham itu sendiri sebenarnya tidak ada artinya. Sebab saham hanyalah representasi dari perusahaan.

Yang harus Anda pikirkan ketika terjun membeli saham sebuah perusahaan bukanlah grafik analisa teknikal, berita Bloomberg atau table dan grafik di Wall Street. Yang Anda harus pikirkan adalah "nilai" dan kinerja di balik sebuah bisnis.

Buffett selalu mempertimbangkan 4 hal sebelum memutuskan untuk membeli saham , yaitu :

1. Bisnis yang dia dapat mengerti

2. Perusahaan dengan prospek jangka panjang yang menguntungkan

3. Manajemen yang jujur dan kompeten

4. Harga ( saham ) nya sangat menarik

Dapat disimpulkan disini bahwa : Membeli saham adalah bagian dari bisnis. Karena itu jangan membeli saham karena pergerakan harganya, dan lakukan analisa fundamental sebelum membeli saham apapun.

6. CARILAH PERUSAHAAN YANG MENONJOL DIANTARA INDUSTRI

Warren selalu ingin mencari dan membeli bisnis yang langgeng, yang mendominasi pasarnya,sehingga lebih menjamin kesuksesannya, dimana produk tersebut ; diperlukan orang banyak, tidak membutuhkan modal yang berlebihan, tidak banyak barang pengganti yang sejenis dan tidak banyak terpengaruh oleh regulasi harga. Namun tentu saja semua itu dieksekusi sambil menunggu sampai harga saham perusahaan tersebut dianggap wajar.

Disarankan agar Anda membuat daftar saham-saham yang Anda incar, lalu lakukan monitoring harganya sesering mungkin, sampai harganya mencapai harga yang Anda anggap bagus dan wajar, lalu….hap..!! ! Sang serigalapun mendapat mangsa empuk.

7. BELI PERUSAHAAN BERTEKNOLOGI RENDAH, BUKAN BERTEKNOLOGI TINGGI.

Warren amat menjauhi saham-saham perusahaan berteknologi tinggi dan saham perusahaan internet, karena perubahan teknologi yang makin cepat membuat perusahaan sejenis ini mudah tertinggal zaman dan tertinggal pesaing yang mengakibatkan ambruknya bisnis.

Ia lebih memilih saham dari perusahaan bata, perusahaan cat, karpet dan perusahaan mebel yang memiliki bisnis yang mudah dimengerti dan arus kas yang mudah diprediksi.

Perusahaan semacam itu bisa bertahan sampai 100 tahun lagi, karena menghasilkan produk yang bisa dikatakan tidak mudah ketinggalan zaman. Kejatuhan banyak perusahaan dotcom seperti Etoys.com, Pets.com, RX.Com, World.com dsb memperkuat alibi Waren. Bagaimana menurut Anda dengan Microsoft , Yahoo dan Google?

Nasehat Buffett; Jangan tergoda dengan transaksi yang menawarkan kekayaan secara cepat, yang melibatkan perusahaan yang relative rumit ( mialnya perusahaan berteknologi tinggi ), perusahaan semacam ini sulit diprediksi dalam jangka panjang. Hindarilah bisnis dalam industri yang terus berubah, dan bernvestasilah pada bisnis-bisnis generasi " perekonomian lama". Dan terakhir, ingatlah bahwa perlu waktu puluhan tahun bagi perusahaan untuk menjadi besar.

8. KONSENTRASIKAN INVESTASI SAHAM ANDA.

Hampir semua ahli menyarankan untuk melakukan diversifikasi, yaitu memiliki banyak saham dari banyak perusahaan agar jika saham tertentu jatuh, tidak akan menghancurkan seluruh potofolio yang Anda miliki, namun Buffett berpendapat lain.

Jika Anda telah menemukan saham yang tepat, mengapa harus membeli sedikit ? Begitu katanya. Beli 5 sampai 10 saham yang bagus dengan harga yang bagus, dan belilah sebanyak Anda mampu. Disini ia memberi contoh ketika membeli $ 144 juta untuk saham Petro China- perusahaan minyak China. Tanpa diduga, sekarang sahamnya bernilai $ 1,2 milyar.

Menurutnya, seseorang cukup menginvestasikan seluruh hartanya pada 3 perusahaan yang baik ( dengan harga beli yang baik tentunya ),secara jangka panjang, maka bisa dipastikan ia bakal kaya raya. Ini juga diontohkan Buffett dengan memiliki 474.998 lembar saham satu perusahaan, Berhshire Hathaway yang dipegangnya selama puluhan tahun. Sekarang harga perlembar saham tadi adalah $138.000 PER LEMBAR .

Silahkan hitung sendiri berapa hartanya dari saham 1 perusahaan saja. Itulah kenapa waren Buffett sekarang menjadi orang terkaya no. 3 sejagat.

9. TERAPKAN KETIDAKAKTIFAN BUKAN HYPERAKTIVITAS.


Energi yang dikeluarkan bursa saham betul-betul luar biasa. Di IHSG, 3 – 7 triliun Rupiah berputar setiap hari.

Apalagi dalam keadaan extreme bullish atau bearish. Dimana suasana yang hangar binger ini amat menulari para pemain saham. Banyak dari lembaga keuangan dan reksadana yang betindak tanpa control, mengubah portofolio mereka setiap hari.

Jika para Manager Investasi yang notabene melek dunia saham dan paham berbagai analisa fundamental an teknikal saja bisa ikut tertular virus trading saham , apalagi kita yang awam ?

Buffett menyatakan, "ketidak aktifan adalah perilaku yang cerdas". Sebab, menurutnya, investor sejati dapat menghasilkan uang, walaupun ia sedang tidur.

Hal ini dibuktikannya dengan tetap memegang saham Coca Cola sejak tahun 1994, American Express sejak tahun 1998, dan Washingto Post sejak tahun 1973, TANPA DI-TRADINGKAN LAGI.

Benar-benar suatu pola yang tdak disukai para trader. Ia mempunyai alasan bahwa trading terlalu sering bisa merugikan akibat sulitnya mengontrol diri , juga timbulnya biaya-biaya trading yang tidak kita sadari, seperti fee beli, fee jual, pajak, dsb..dsb, yang ujung-ujungnya mengurangi keuntungan kita.

10. JANGAN MELIHAT TICKER

Saya pribadi selalu melakukan "sarapan " dengan memantau harga terakhir bursa –bursa regional, sebelum jam bursa mulai. Ketika jam perdagangan dimulai , tiap 5 – 10 menit, pasti mata melihat ke computer memantau pergerakan harga saham andalan saya.

Apakah hal ini juga dilakukan oleh Warren selaku investor kelas paus ? Jawabnya adalah TIDAK. Jadi bagaimana cara dia memantau pergerakan harga sahamnya? ia tidak pernah melakukannya.

Komputernya lebih banyak digunakan untuk main Bridge daripada memantau harga saham. Menurutnya, kita tidak perlu menggubris pergerakan harga saham untuk jangka pendek jika kita telah memilih perusahaan yang tepat. Jika kita telah memiliki saham dalam bisnis yang hebat, jangka pendek tidak terlalu penting.

Bagaiamana seandainya harga sahamnya yang tidak pernah dipantau, tiba-tiba terjun bebas akibat bursa crash diterjang badai resesi ? Gampang. Itulah saat yang tepat untuk nambah lagi porsi sahamnya, karena harganya jadi lebih murah.

Menurutnya, daripada waktu Anda dihabiskan memelototi pergerakan harga saham yang bikin jantung ber"aerobic ", lebih baik fokus memantau kinerja bisnis perusahaan tersebut, yang meliputi manajemen, arus kas, pendapatan dll.

Warren Buffett tidak pernah tahu berapa harga jual saham Berkshire Hathaway perusahaannya sekarang atau berapa harga jualnya besok. Ia hanya peduli pada harga jual satu decade kedepan yang akan menggambarkan nilai sejati perusahaannya.

11. LIHATLAH PENURUNAN HARGA SEBAGAI PELUANG MEMBELI.

Tahukah Anda bahwa keadaan resesi seperti sekarang ini di Amerika juga pernah terjadi di masa lalu, yaitu tahun 2004, dimana Dow Jones jatuh hamper 150 point.

Waktu itu laporan mengenai lapangan kerja, amat mengecewakan, harga minyak dunia terus membumbung, sehingga yang tejadi adalah, investor berlomba mengobral sahamnya.

Justru saat inilah Buffett melihat peluang untuk membeli saham-saham perusahaan bagus dengan harga murah. Ingat, walaupun fundamental saham tersebut bagus, namun energi bullish atau bearish itu sangat menular, sehingga tanpa mengerti keadaan sesungguhnya, tiap orang panic dan berlomba jualan saham.

Saham Wahington Post, Geico dan Wells Fargo Bank adalah contoh bagaimana si tua Buffet menyambar kesempatan itu. Pada tahun 1973, saham Washington Post turun hingga $6 per lembar, Buffet menambar kesempatan itu dengan membenamkan uang senilai $10,6 juta ( uang segini tahun 1973 bisa buat beli 1 propinsi kali ? ). Sekarang lebih dari 30 tahun kemudian, harganya telah menjadi $900 perlembar, belum lagi kalau ada stock split, maka jumlah saham si Buffett pasti berlipat ganda.

Ingat kata Buffett, "Takutlah ketika orang lain rakus, dan rakuslah ketika orang lain takut ".

12. JANGAN MEMUKUL SETIAP LEMPARAN BOLA YANG DATANG.

Menurut mereka yang mengklaim diri mereka ahli dalam pasar saham, untuk menjadi investor yang sukses, berarti membuat banyak keputusan dalam berinvestasi. Buffett tidak setuju dengan pendapat ini. Katanya, walaupun hanya satu kali dalam setahun,membuat keputusan investasi yan bagus itu sudah cukup.

Ia menganalogikan seperti bermain baseball, dimana untuk tiga kali kesempatan memukul bola, pukulah bola sekuat tenaga, jika memang momentum dan arahnya tepat, yang dalam istilahnya disebut sweet spot. Buffett hanya memandang setiap bola-bola yang terlempar, namun hanya memukul pada bola yang menuju sweet spot.

Sweet spot disini adalah bisnis yang hebat dengan masa depan yang juga hebat, dijalankan oleh manajemen yang kompeten, serta dijual dengan harga yang bagus.

Dan untuk mendapatkan sweet spot ini, buffet akan menunggu walaupun bertahun-tahun sebelum melakukan investasi.Ketika ada saham yang masuk kriterianya, ia akan mengayunkan pemukulnya, dan ia akan melakukannya dengan sekuat tenaga, ia investasikan banyak uang disini, dan hasilnya….Grand Slam !

Sekedar catatan, saya masih ingat pada tanggal 22 Januari 2008, dimana saham BUMI dijual obral dengan harga Rp. 4.200 per lembarnya, UNTR Rp. 10.850 perlembar, sekarang,dalam waktu 1 bulan, coba Anda cek harganya ? Tadi itulah Sweet Spot.

13. TETAPLAH BERADA PADA KOMPETENSI ANDA.


Ketika harus memilih untuk berinvestasi di bisnis apa, Warren Buffett dipandu oleh apa yang ia sebut ’Lingkaran Kompetensi’, dimana lingkaran kompetensinya hanya terdiri dari saham-saham industri, dimana ia merasa nyaman untuk terlibat.

Buffett tidak berinvestasi pada saham-saham high teknologi. Mengapa ? karena saham-saham tersebut berada diluar kompetensinya. Menurutnya , " Kembangkan sebuah wilayah keahlian, beroperasilah pada wilayah itu, dan jangan menyesali diri karena kehilangan pelang yang muncul di luar wilayah itu".

Sejak tahun 1982, Buffet mencantumkan sebuah daftar ’bisnis yang diinginkannya’, seperti :
1. Kapitalisasi pasar yang besar
2. Bisnis yang menunjukkan kemampuan yang konsisten dalam menghasilkan
3. pendapatan
4. Bisnis yang menghasilkan ROE yang baik, dengan Debt Equity Ratio yang rendah
5. Bisnis dengan manajemen yang kuat
6. Bisnis yang sederhana,bukan hitech
7. Harga saham yang bagus dan menarik

14. ABAIKAN RAMALAN PASAR SAHAM.

Kata om Buffett, ramalan jangka pedek mengenai harga sebuah saham atau obligasi tidaklah berguna. Ramalan itu justru lebih memberi Anda informasi mengenai peramalnya, dan bukan informasi masa depannya.

Buffett lebih suka focus pada kinerja bisnis, dan tidak terganggu oleh trend yang lebih besar yang dia yakini tidak mungkin diramalkan secara akurat.

Menurutnya, ramalan hanya mengaburkan penilaia seseorang. Mengapa? Sebagian Karena ramalan tersebut menciptakan ilusi ketepatan, karena kelihatannya didasarkan pada data.

Nasehat PENTING Bufett disini adalah :
1. Hilangkan keterlibatan ramalan apapun dalam keputusan investasi Anda
2. Alihkan waktu yang akan anda gunakan untuk mendengarkan ramalan dengan menganalisis track record bisnis.
3. Kembangkan strategi investasi yang tidak tegantung pada seluruh pergerakan pasar.
4. Semakin bergejolak suatu pasar saham, semakin besar kemungkinan orang memanfaatkan ramalan, tapi pada saat itu pulalah ramalan punya peluang paling kecil untuk tepat .

15. PAHAMILAH MR.MARKET & MARGIN OF SAFETY.

Mr. Market adalah sesuatu yang banyak berperan dan mendominasi dalam dunia saham. Ia merupakan masalah psikologis yang mempengaruhi harga yang dia tentukan.

Jika ia sedang happy, ia hanya melihat hal-hal bagus saja dalam sebuah bisnis dan menetapkan harga yang tinggi pada surat berharganya, sehingga ia merasa takut anda membeli sahamnya denga harga terlalu murah. Disini ia menahan-nahan saham nya dan berharap harga harganya terus naik.

Sebaliknya jika ia sedang sedih, ia tidak melihat apapun kecuali kesusahan dalam bisnisnya, dalam saat ini ia menetapkan harga yang murah atas sahamnya dan berharap anda membelinya. ( ini adalah makanan empuk para Bandar yang sedang menjatuhkan harga ).

Itulah Mr.Market, ia akan datang setiap hari bursa. Karena itu menurut Buffet Anda harus tahu situasi Mr.Market pada saat itu, dan jangan sekali-kali sampai berada dibawah pengaruhnya. Kemuramannya dapat menular kesemua orang dan kegembirannya dapat memabukkan. Inilah yang menyebabkan panic selling dan panic buying.

Setelah memahami Mr.Market, anda juga harus memasukkan margin of safety dalam kerangka berpikir anda. Margin of Safety adalah kondisi harga saham yang secara substansial lebih rendah dari nilai bisnisnya. Anda tidak ingin harga sahamnya teralu dekat dengan nilai bisnis sesungguhnya, harus cukup terdapat jarak antara keduanya, atau kita sebut margin yang besar .

Dalam isitilah Buffet, bagaimana kita mencari selembar uang Dollar seharga 40 sen di pasar saham. Situasi ini bukan tidak pernah terjadi lho? Ingat tgl 22 januari, dimana harga saham pada diobral.

Saat menilai margin of safety, gunakan konsep nilai intrinsic sebagai titik pangkal. Yaitu pengukuran dengan nilai-nilai yang benar-benar valid, untuk menentukan nilai riil dari sebuah harga saham.

16. TAKUTLAH SAAT ORANG LAIN TAMAK, DAN TAMAKLAH SAAT ORANG LAIN TAKUT

Kata-kata ini adalah petuah paling termasyhur dari Buffett. Ia sering memanfaatkan emosi yang mudah menular ini dengan bertindak berlawanan dengan sentiment yang sedang berkembang.

Dengan strategi ini, ia menghasilkan banyak uang ketika orang lain tidak sukses.

Pada awa 1970, terjadi peristiwa enurunan pasar yang terkenal. Orang ramai-ramai menjual sahamnya karena takut, indek Dow Jones terjun bebas dibawah 700, Buffett tentu saja bertindak lain. Ia melakukan investasi besar-besaran, dengan memborong saham-saham bagus dengan harga murah.

Namun kita juga tahu, bagaimana Buffet menjadi sangat penakut selama harga saham internet melonjak ketika orang-orang membelinya dengan tamak. Namun ia tidak kehilangan uang sepeserpun ketika akhirnya harga saham internet hancur yang menyebabkan kebangkrutan banyak orang.

Katanya, bersiaplah untuk betindak cepat ketika muncul peluang. Pada saat ini, ia menyamakan dirinya; sebagai pria hyperseks di rumah bordil ketika pada tahun 1971, indeks Dow Jones menembus batas terendah di 580.

17. BACA, BACA, BACA LAGI DAN BERPIKIRLAH.

Warren Buffet setiap hari kira-kira menghabisk an waktunya sekitar enam jam untuk membaca, satu dua jam untuk menelepon dan sisanya ia gunakan untuk berpikir. Ia membaca Financial Times, Wall Street Journal, New York Times, majalah Fortune dsbnya, yang dibaca untuk mendapatkan pengetahuan umum. Namun ia menitik beratkan pada beberapa perusahan yang terlintas dipikirannya. Dan ia akan mulai mencari info selengkap-lengkapny a tentang perusahaan tersebut dan industri yang terkait dengannya. Terutama , Laporan Keuangan. Ia selalu rutin membacanya.

Jika ia mengincar suatu perusahaan, maka ia juga akan membeli beberapa saham pesaing perusahan tersebut demi untuk mempelajari laporan keuangannya.

Dengan membaca, akan membekalinya dengan fakta dan gagasan yang menjadi bahan bakar pemikiran independennya dalam berinvestasi.

18. GUNAKAN SEGENAP TENAGA YANG ANDA MILIKI.


Seberapa besar tenaga "mesin" Anda? Dan seberapa efisien Anda menjalankan mesin tersebut?

Menurut Buffett, banyak diantara kita yang sebenarnya memiliki kemampuan 400 tenaga kuda, namun hanya mengeluarkan 100 tenaga kuda saja.

Dengan kata lain, banyak orang yang cerdas seringkali membiarkan diri mereka teralih perhatiannya dari tugas yang sedang mereka kerjakan dan bertindak dengan cara yang irrasional.

Sarannya; untuk menjadi manusia yang lebih baik, cobalah dimulai dengan menuliskan daftar kualitas dari orang yang Anda kagumi, lalu buat juga daftar kualitas dari orang yang sama sekali tidak anda kagumi. Lalu bandingkan keduanya, dan carilah pola tertentu didalamnya. Lalu mulailah meng-adopsi dan menerapkan kualitas-kualitas dari orang yang anda kagumi tadi, diimplementasikan dalam kehidupan anda. Dimana, hal ini apabila dilakukan terus menerus, akan dapat menjadi kebiasaan anda. Jika Anda melakukan hal ini terus menerus, perilaku Anda akan berubah.

Kembangkanlah kebiasaan positif, dan buanglah kebiasaan yang buruk.

Sumber: http://forexforum.page.tl/Sukses-Berinvestasi-ala-Buffet-by-Warren-Buffet.htm

Ntu dibawah masih anyar artikelnya:



0 comments:

Post a Comment

FxSignals

Polico

FXpros

FXstreet

GainS